Kesal Tidak Ditemui Ketua DPRD Garut, PKL Sumpahi Anggota DPRD “Burut”

DEWAN, (GE),- Puluhan warga yang tergabung dalam Masyarakat Pedagang Kreatif Lapangan Garut (MPKLG) mendatangi gedung DPRD Garut untuk menyampaikan aspirasinya, Jum’at (9/9/2016).

Kedatangan para PKL Pengkolan ini salah satunya meminta ketua DPRD Garut untuk menandatangani sebuah nota kesepakatan (Mo U) yang sudah mereka buat sendiri.

Dalam nota tersebut disebutkan sedikitnya dua kesepakatan yang selanjutnya diuraikan dalam 11 pasal. Secara umum, di dalam nota itu, para pedagang menginginkan adanya kerjasama antara pemerintah Kabupaten Garut dengan para pedagang.

Koordinator lapangan MPKLG, Asep Nurjaman, saat audensi berlangsung di dalam gedung Dewan tersebut mengatakan, sementara ini pihak pemkab Garut belum bisa menyelesaikan permasalahan PKL.

“Kami (PKL/red.) menuntut agar dilakukan revitalisasi di tempat. Kami bersedia direvitalisasi, namun lokasi berjualan harus tetap seperti saat ini, yakni di sekitar Pengkolan.” Tandasnya.

Sebelum berlangsungan audensi di gedung DPRD, para PKL berharap bisa bertemu langsung dengan ketua DPRD Garut. Namun keinginan para PKL tersebut tidak terwujud, akibatnya sejumlah PKL merasa kesal. Dan terikan sumpah serapahpun tak terelakan.

Teriakan sumpah serapah itu sempat membuat hadirin ‘tersenyum kecut” bahkan ada yang tertawa ngakak, mungkin merasa lucu. Namun siapa sangka, kelucuan itu, hampir saja berubah menjadi kericuhan saat salah seorang PKL mencaci-maki anggota DPRD.

Dalam aksinya, salah seorang PKL sempat menanyakan alasan Ketua DPRD tidak bisa menemuinya. Bahkan para PKL meminta nomor kontak sang Ketua DPRD tersebut. Beberapa orang anggota DPRD yang ada saat itu mengaku tidak punya nomer kontak Ketua DPRD Garut. Pengakuan anggota dewan ini terang saja membuat para PKL berang.

“Masa nomer telpon ketuanya sendiri tidak punya !” Teriak salah seorang PKL.

Suasana di gedung DPRD Garut sempat tegang, namun kondisi tetap terkendali berkat kesigapan sejumpah aparat kepolisian yang mengawal jalannya audensi. Akhirnya, datanglah seorang anggota DPRD lainnya yang mengaku mempunyai nomer kontak Ketua DPRD Garut. Di hadapan para PKL dia tampak menghubungi Ade Ginanjar yang merupakan Ketua DPRD Garut, namun ternyata tidak aktif.

Sejumlah anggota komisi B dan C DPRD Garut, saat menerima para PKL, mengatakan jika ketua mereka saat itu memang tidak ada di tempat, dan tidak tahu sedang berada dimana. Hal itu tentunya membuat kecewa para PKL, sehingga para PKL meminta untuk menelpon ketua DPRD.

Adanya permintaan dari PKL untuk menelpon ketua DPRD, anggota DPRD yang hadir saat itu, terlihat bingung, dan sempat mengatakan jika tidak mempunyai nomor telpon ketuanya. Mendengar alasan anggota DPRD, salah seorang PKL dengan nada tinggi meminta agar anggota DPRD yang ada untuk bersumpah berani “Burut” (Hernia) semuanya, jika tidak mempunyai nomer telpon ketua DPRD.

“Jika anda berbohong tidak punya nomer ketua, apakah anda berani bersumpah unuk “Burut” !” Teriaknya.

Tak sampai disitu, para PKL meminta untuk menghubungi sekertaris pribadi Ade Ginanjar. namun para anggota DPRD yang hadir kembali mengatakan tidak ada yang mempunyai nomer telpon sekertaris pribadi Ade Ginanjar.

Akhirnya sejumlah anggota DPRD memberikan kesanggupan, jika hari Kamis minggu depan akan memediasi pertemuan antara para PKL dengan Ketua DPRD Garut. Walau sedikit kecewa, akhirnya para PKL menyetujui usulan tersebut, hingga akhirnya mereka membubarkan diri. Sementara itu, ketua Komisi B DPRD Garut, Dudeh Ruhiyat, mengakui jika dirinya tidak takut dengan sumpah serapah para PKL.

“Saya tidak takut dengan sumpah serapah para PKL. Kami tidak bersalah kok dalam hal ini . Ke depannya saya siap mempertemukan PKL dengan Ketua DPRD Garut,” tandasnya. (Useu G Ramdani)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI

Komentar

BAGIKAN