Kesal Merasa Tak Direspon, Warga Ngamuk Rusak Pipa Utama PDAM

TARKA,(GE).- Gara-gara sudah berbulan-bulan pendistribusian air dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) tersendat-sendat, sejumlah warga kesal. Lantas mereka nekat merusak pipa utama instalasi air milik PDAM.

Dari informasi yang dihimpun ‘GE’, aksi pengrusakan pipa PDAM yang dilakukan sejumlah oknum warga Desa Rancabango, Kecamatan Tarogong Kaler ini merupakan puncak dari kekesalan mereka terhadap pihak PDAM yang dinilai tidak respon.

Warga mengaku sudah berkali-kali melaporkan hal ini kepada pihak PDAM, tetapi tak pernah direspon. Akhirnya kekesalan warga memuncak dan mereka merusak pipa saluran utama milik PDAM hingga bocor.

“Sudah lama sekali pendistribusian air PDAM ke rumah kami tak lancar. Tidak hanya kecil, air bahkan seringkali tidak mengalir sehingga kami sangat direpotkan mengingat air merupakan kebutuhan yang sangat vital,” ujar Danu (57), salah seorang warga.

Kepala Desa Rancabango, Gurnadi, membenarkan adanya peristiwa pengrusakan pipa milik PDAM oleh warga di daerahnya. Menurutnya hal ini disebabkan kekesalan warga akibat tidak adanya respon dari pihak PDAM terhadap keluhan dan laporan warga.

“Ya, memang sudah cukup lama saluran air PDAM tidak lancar ke daerah kami ini. Bahkan kalau tidak salah hal itu terjadi sejak menjelang bulan puasa lalu. Air seringkali tidak mengalir dan kalaupun mengalir, sangat kecil,” kata Gurnadi, Selasa (5/1/2015).

Menurut Gurnadi, amarah warga ini terjadi secara spontan akibat kekesalan yang sudah memuncak. Akibatnya, pipa saluran utama milik PDAM yang terletak di Kampung Nagrog, RW 2 sempat bocor. Namun tak lama kemudian pipa yang bocor langsung diperbaiki.

“Saat ini pipa yang bocor akibat dirusak warga sudah diperbaiki. Namun saluran air masih saja tidak lancar dan kecil,” katanya.

Diungkapakn Gunardi, gangguan pendistribusian air PDAM tidak hanya terjadi di wilayah Kampung Nagrog RW 2 saja akan tetapi juga di wilayah lainnya di desa tersebut termasuk sejumlah komplek perumahan. Bahkan kantor desa pun menggunbakan air PDAM dan hingga saat ini pendistribusian airnya masih tidak lancar.

Pihaknya pun tambah Gunardi, selama ini sudah sering menerima pengaduan dan keluhan dari warga. Bukan hanya saluran air yang kecil dan sering terhenti, warga juga mengeluhkan pembayaran rekening PDAM yang dinilai selalu besar padahal airnya sedikit. Hal ini diakibatkan adanya tekanan gas di dalam pipa saluran air yang membuat meteran air terus bergerak walaupun airnya tidak mengalir. Ini juga yang menjadi pemicu kemarahan warga terhadap pihak PDAM.

Gunardi pun mengaku terpaksa harus turun langsung untuk menjaga pipa yang dirusak tersebut saat dilakukan perbaikan. Bukan hanya aparat desa, pengamanan pun sampai melibatkan petugas kepolisian. (Tim GE)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI

Komentar

BAGIKAN