Kesal dengan Penanganan Limbah yang Tak Jelas, Sejumlah Warga Siramkan Air Limbah Kulit ke Jalan Raya

Warga Kampung Sumbersari, Kelurahan Ciwalen, Kecamatan Garut kota, Kabupaten Garut saat melakukan aksi unjuk rasa di atas Kali Ciwalen yang tercemar limbah kulit, Ahad (09/09/2018)***

GARUT,(GE).- Kekesalan warga di sekitar Kampung Sumbersari, Kelurahan Regol, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut memuncak. Kekesalan mereka diekspresikan dengan menggelar aksi unjuk rasa di Jembatan Kali Ciwalen, (9/9/2018).

Dalam aksinya, mereka menuntut Pemda Garut segera melakukan penanganan dampak dari limbah industri kulit Sukaregang. Mereka mengaku sudah tidak tahan dengan bau limbah kulit yang menyengat.

Warga sekitar juga mengaku kesehatannya terdampak dengan keberadaan limbah kulit tersebut. Terlebih jika musim kemarau, penyakit seperti gatal gatal dan sesak nafas harus mereka rasakan.


“ Selama ini Pemda Garut sepertinya tak serius menyelesaikan maslah limbah (kulit) ini. Warga di sini sangat merasakan baunya apalagi di siang hari kepala pun jadi pening dan kulit juga gatal-gatal, Belum penyakit lainnya seperti sesak napas,” keluh Ahmad, warga sekitar Sumbersari.

Selain berorasi, mereka juga melakukan aksinya dengan cara menyiramkan air limbah kulit ke jalan raya. Dengan menggunakan pompa penyedot sebelumnya mereka berramai-ramai menyedot air kali Ciwalen yang telah tercemar limbah kulit. Air berwarna hitam pekat tersebut disiramkannya ke jalan raya.

Usai menggelar aksi, beebrapa warga perwakilan demonstran melakukan dialog antara pengurus setempat, tokoh masyarakat dengan pihak kecamatan, Polsek, Danramil, dan Dinas Lingkungan Hidup.

Dari hasi dialog tersebut, mereka menuntut masalah limbah kulit harus segera ditangani dengan serius oleh Pemerintah dan pengusaha kulit itu sendiri.

Sementara itu, Kapolsek Garut Kota, Kompol Uus Sesilo mengungkapkan dalam mediasi tersebut Forkopimcam Garut kota, Dinas Lingkungan Hidup, dan masyarakat sepakat akan membawa masalah pencemaran limbah kulit Sukaregang ini ke Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

“Alhamdulillah aksi unjuk rasa ini berjalan dengan tertib dan aman. Dan akan membawa kasus ini ke tingkat Forkopimda ke tingkat Kabupaten,” tandasnya. (Alle)***

Editor: ER.

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI