Kesadaran Masyarakat Rendah, Pelanggaran Lalin di Garut Meningkat

KASATLANTAS Polres Garut, AKP Erik Bangun Prakasa, menunjukkan barang bukti kendaraan pelanggar Undang-Undang Lalu Lintas yang disita polisi pada Operasi Patuh Lodaya 2018. (Foto : Farhan SN/GE)***

GARUT, (GE).- Kesadaran masyarakat Kabupaten Garut dalam menaati peraturan lalu lintas semakin rendah. Terbukti, tahun 2018 ini jumlah pelanggar lalu lintas yang dikenai sanksi tilang semakin bertambah dibanding tahun lalu.

Menurut Kasatlantas Polres Garut, AKP Erik Bangun Prakasa, jumlah pelangga lalu lintas yang diberi tilang meningkat sebesar 26 persen. Tahun 2017 lalu, pelanggar yang diberi sanksi tilang sebanyak 2.614 pengendara. Namun tahun ini jumlahnya mencapai 3.292 pengendara.

Begitu juga pengendara yang diberi sanksi teguran, dari jumlah tahun lalu sebanyak 1.465, sekarang mencapai 2.175 pengendara. Nail sebesar 48 persen.


“Itu (pelanggaran) selama 14 hari Operasi Patuh Lodaya 2018,” kata Erik kepada GE, Kamis (10/5/18).

Lebih jauh Erik mengatakan, jumlah korban jiwa akibat kecelakaan lalu lintas selama Operasi Patuh Lodaya 2018 sebanyak dua orang. Juga terjadi peningkatan dari tahun sebelumnya yang hanya satu orang.
“Untuk angka kecelakaan lalu lintas tercatat korban meninggal dunia ada dua orang dan korban luka ringan dua orang,” katanya.
Erik menambahkan, operasi yang digelar jajaran Satuan Lalu Lintas Polres Garut itu bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar tertib berlalu lintas untuk keselamatan bersama.
Selain itu, lanjut dia, operasi itu dapat meminimalisasi angka kecelakaan yang disebabkan tidak patuhnya terhadap aturan Undang-undang Lalu Lintas.
“Kami harapkan pengendara bisa lebih tertib, apalagi sekarang menyambut Operasi Ketupat (Lebaran),” tandasnya. (MHI/GE)***

Editor ; SMS

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI