Kerusakan Alam di Hulu Sungai Cimanuk Diakui BBWS Cimanuk-Cisanggarung

KOTA, (GE).- Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung, Mochamad Mazid mengatakan, keberadaan air dari sisi kualitas dan kuantitas sangat berkaitan erat dengan kualitas lingkungan. Ia menerangkan, salah satu penyebab banjir adalah tutupan kawasan konservasi di hulu DAS Cimanuk sudah sangat terbuka.

Ketika terjadi hujan di lokasi yang banyak pepohonan, seharusnya air bisa terserap dan tersimpan di dalam tanah. Pada saatnya akan dialirkan sesuai dengan kebutuhan.

“Sekarang dengan kondisi hutan yang sudah sedemikian kritis, salah satu dampaknya ketika intensitas hujan menjadi tinggi itu sudah menjadi aliran permukaan,” jelas Mazid.


Saat terjadi banjir di Garut curah hujan sangat tinggi, dikatakan dia, pasti akan menimbulkan dampak yang signifikan. Menurutnya harus dilakukan dua hal yang sangat mendasar. Pertama, upaya struktural seperti melakukan normalisasi dan tebing sungai yang kritis harus segera ditangani.

“Yang tidak kalah pentingnya melakukan upaya non struktural, adalah melakukan penghijauan,” kata Mazid.

Selain itu, ditegaskan Mazid, untuk meminimalisir korban banjir, daerah sempadan (bibir) sungai itu sebaiknya jangan jadi kawasan hunian. Agar saat air meluap tidak menimbulkan korban jiwa. Tapi faktanya bisa lihat di lapangan sempadan jadi kawasan hunian.

Menurutnya, sebanyak 60 persen yang seharusnya menjadi kawasan hijau sudah jadi kawasan terbuka di wilayah Gunung Papandayan. Ketika hutan di hulu sungai rusak, pasti memberikan dampak negatif. (Farhan SN)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI