Keren ! Siswa SMPN 1 Bayongbong Ciptakan Saklar Listrik Berkendali Smartfhone

Para siswa kretaif berfoto bersama Kepala SMPN 1 Bayongbong, Asep Setiawan SH, M.Pd., serta guru pembimbing guru pembimbing, Cecep Nurdiansyah,Amd.Kom./ foto: Agus Muhram./’GE’

BAYONGBONG, (GE).- Tiga siswa SMPN 1 Bayongbong ini layak diberikan apresiasi atas temuannya yang langka. Gugun Gunawan, Muhamad Rifki dan Yusep Saepul Rohman adalah tiga remaja yang berhasil mengkreasikan listrik dengan tekhnologi smartfhone.

Ketiga siswa “keren” ini tergabung dalam kelompok Club Robot SMPN 1 Bayongbong dan saat ini tercatat masih duduk di bangku kelas VIII.

Para siswa prestatif ini berhasil membuat saklar mekanik robotic yang dikendalikan dari jarak jauh menggunakan smartphone melalui jaringan wireless. Masing-masing dari mereka memiliki peran yang berbeda, mulai dari pencetus ide/konseptor, perakit komponen dan programmer.

Gugun Gunawan yang memiliki andil sebagai pencetus ide awal sekaligus konseptor saklar mekanik robotic. Ia menceritakan awal mula ide untuk membuat saklar tersebut saat sedang belajar sepulang sekolah.

“Seperti hari biasa kalau pulang sekolah saya suka tidur, dan pas sorenya bangun biasa suka belajar atau baca-baca buku. Semakin sore kamar saya kan jadi gelap, cuman kalau lagi tanggung (belajar) kalau harus beranjak dari tempat buat nyalain saklar lampu yang ada diluar kamar . Nah, berawal dari sanalah terpikir ide untuk membuat saklar listrik yang simpel dan gak butuh waktu lama”, ungkapnya, nelum lama ini.

Sementara itu, Cecep Nurdiansyah, Amd.Kom, guru pembimbing club robotic SMPN 1 Bayongbong, mengaku bangga atas apa yang anak didiknya ciptakan. Dikatakannya, apa yang anak didiknya ciptakan adalah karya dan ide orisinil mereka sedangkan ia hanya mengenalkan beberapa komponen-komponen dasar robotika serta fungsi dari masing-masing komponen.

“Tiga siswa ini merupakan siswa-siswa kreatif, saya sebagai pembimbing pada awalnya hanya mengenalkan beberapa komponen-komponen robotic beserta fungsinya. Kalau soal ide termasuk pada tahap perakitan itu murni mereka yang kerjakan, disini saya lebih pada mengembangkan ide-ide mereka kearah yang konkretnya”, ungkapnya.

Kepala SMPN 1 Bayongbong, Asep Setiawan, S.H.,M.Pd, pun menyampaikan kebanggaan serta apresiasianya atas inovasi kreatifit ketiga anak didiknya itu.

“Idenya bagus, sederhana memang ketika berfikir soal saklar hanya “on” (menyala/tersambung) atau “off” (mati/terputus) tetapi jika dilihat dari manfaat ini sangat besar semisal dapat menjadi alat bantu bagi kaum disabilitas (secara fisik) yang sulit menjangkau saklar, menghindarkan kemungkinan kesetrum atau bahkan jika sedang berada jauh dari rumah dengan hanya klik di HP,” Tuturnya.

Asep mengungkapkan, sejak awal tahun pelajaran 2015-2016 sekolahnya mendapatkan bantuan berupa peralatan robotika dari dinas pendidikan. Pihaknya juga mengirimkan beberapa guru TIK untuk pelatihan Robotika di Kabupaten. Kemudian hasil dari pelatihan tersebut diimplementasikan langsung disekolah melalui kegiatan ekstrakulikuler robotika yang diikuti oleh siswa.

“Sekolah kita merupakan salahsatu SMP di Garut yang mendapatkan bantuan peralatan robotika. Menindaklanjuti bantuan peralatan tersebut pihak sekolah mengirim ibu Hj. Aneu dan pak Cecep Nurdiansyah untuk mengikuti pelatihan robotic supaya nanti dapat mentransferkan apa yang mereka dapat dari pelatihan kepada anak didik,” bebernya. (Agus Muhram)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI

Komentar

BAGIKAN