Keren! Dengan Berdagang Rujak, Pemuda Ini Biayai Kuliahnya dan Sekolah Adik-adiknya

Asep Rohimat, tengah menjajakan rujaknya di kawasan Tarogong, saat musim mudik Lebaran 2016. Belum lama ini./Useu GR/'GE.'

MERAIH gelar sarjana adalah cita-citanya sejak masih kecil. Untuk meraih cita-cita tersebut tidaklah mudah, terlebih di zaman sekarang yang jika ‘mau ngapa-ngapain’ harus pakai duit. Tak heran pemuda sederhana ini harus berjibaku dengan segala resiko hidupnya.

Adalah Asep Rohimat seorang pemuda asal Kecamatan Selaawi, Kabupaten Garut, Jawa Barat yang memiliki semangat dan tekad kuat untuk tetap bisa mengenyam pendidikan tinggi. Terlahir dari keluarga sederhana tidak lantas menyurutkan niat untuk bisa meraih cita-citanya.

Untuk bisa berkuliah di zaman sekarang tentu bukan perkara mudah, terlebih dengan kondisi ekonomi yang morat-marit serba terbatas. Namun, bukan berarti dengan keterbatsan ekonomi ini tidak bisa melanjutkan bersekolah. Asal ada sedikit kemauan plus usaha yang gigih tentu jalan keluar itu pasti ada.

Di sela-sela kemacetan di kawasan Jalan raya Banyuresmi yang mewarnai musim mudik tahun 2016, terdengar suara penuh semangat yang menawarkan barang dagangan. Salah satunya dari seorang pemuda pedagang rujak petis. Mungkin orang takan menyangka jika yang berdagang rujak ini adalah seorang mahasiswa. Ya, dialah Asep Rohimat pemuda tangguh asal Garut utara, ia biasa menjajakan dagangan rujaknya di kawasan Tarogong dan sekitarnya.

Asep Rohimat (22), saat ini tercatat sebagai salah seorang mahasiswa semester 3 di Sekolah Tinggi Teknologi Garut (STTG) Jurusan Informatika. Sudah hampir setahun terakhir ini ia berjualan rujak demi membiayai kuliahnya. Baginya tak ada kata ‘gengsi’ kalau untuk kebaikan.

Hebatnya lagi, selain untuk memenuhi kebutuhan biaya kuliahnya, warga Kampung Cigadung, Desa Cirapuhan, Kecamatan Selaawi, Kabupaten Garut ini juga turut membantu meringankan kebutuhan keluarganya. Dari hasil berjualan rujak petis ini juga Asep menyisihkan penghasilannya untuk membantu biaya sekolah ketiga orang adiknya.

“Alhamdulillah, ada saja rizki itu jika kita mau berusaha. Jika sedang ‘haneuteun’ saya bisa mendapatkan laba bersih Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu per hari. Lumayan bisa buat biaya kuliah dan membantu orang tua membiayai sekolah adik adik saya,” tukasnya. Kamis (14/07/2016).

Dikatakannya, uang hasil jerih payahnya tersebut benar-benar digunakan untuk keperluan yang sangat penting. Ditambahkannya, untuk meraih cita-cita yang mulia apapun harus dilakukan, asal halal. Termasuk berdagang rujak keliling. Ia mengaku sama sekali tidak merasa malu jika teman-teman mahasiswanya mengetahui kalau dirinya berjualan rujak.

“Ah, tak perlu malu yang penting halal. Untuk meraih cita-cita itu kan perlu perjuangan,” tandasnya.

Prestasi Asep Rohimat di STTG sebenarnya cukup baik, namun ia belum tersentuh program beasiswa dari pemerintah. Ia mengaku belum mendapatkannya, padahal prestasi di kampusnya cukup lumayan. Asep berharap dirinya bisa mendapatkan beasiswa dari pemerintah, atau setidaknya dari kampus tempat ia belajar. (Useu G Ramdani)***