Kerajinan Hasil Kreasi Pelajar SLB Al-Ghifari Dilirik Direktur PGPM Kemendikbud

Pengelola SLB Al-Ghifari Kecamatan Leuwigoong, Kabupaten Garut, menunjukan kerajinan hasil karya anak didiknya, belum lama ini./ foto: Ilham Amir/GE.***

GARUT, (GE).- Dalam rangka peningkatan dan pemerataan mutu guru Pendidikan Khusus, Pendidikan Layanan Khusus dan Satuan Pendidikan Indonesia Luar Negeri (PK, PLK, dan SPILN) Pendidikan Menengah, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, melalui Direktorat Pembinaan Guru Pendidikan Menengah, Direktorat Jendral Guru dan Tenaga Kependidikan, telah menggelar Kegiatan Workshop dan Seminar Akhir untuk Peningkatan Guru Pendidik Khusus, dengan memilih 100 peserta guru SLB dari sejumlah kabupaten se-Indonesia.

Kegiatan Workshop Program Kemandirian Bagi Guru Pendidikan Khusus dengan Lembaga Pelatihan, telah dilaksanakan pada tanggal 21-25 Mei 2018 bertempat di Hotel Sahid Yogjakarta Jalan Babarsari, Caturnunggal, Yogjakarta, Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta.

Begitupun Seminar Akhir Peningkatan Program Kemandirian Bagi Guru Pendidikan Khusus dengan Lembaga Pelatihan, sudah dilaksanaksn selama 3 hari (Selasa tanggal 10 s.d Kamis 12 Juli 2018) bertempat di Hotel Maharani, Jalan Mangpang Perapatan No. 8 Tegalparang Jaksel, Daerah Khusus Ibukota.


Pada Workshop tersebut, hanya 100 peserta guru SLB yang terpilih dari sejumlah kabupaten se-Indonesia. Untuk SLB di Kabupaten Garut hanya diwakili oleh 3 guru, yaitu Warso, S.Pd dari SLB Al-Ghifari Kecamatan Leuwigoong, Hadian (SLB B-C Kurnia Kecamatan Kersamanah) dan Ajeung (SLB Leles).

“Alhamdulillah, ketika Workshop di Yogjakarta, pada bulan Mei 2018, life skill sebagai kreasi dari SLB Al-Ghifari, berupa assesoris Bros Dagu Jurai, dan Bros Akrilik, langsung mendapat pesanan dari Bu Sri Renani Pantjastuti sebagai Direktur Pembinaan Guru Pendidikan Menegah Kemendikbud,” kata Wini Hernawiati, S.Pd Kepala SLB Al- Ghifari dengan ekspresinya begitu ceria.

Sedangkan pada puncak pelaksanakan Seminar Akhir yang digelar di Hotel Maharani Jakarta Selatan, 100 guru dari perwakilan masing-masing SLB yang terpilih se-Indonesia, para peserta memajangkan kreasinya seperti mengikuti acara pameran.

Pada puncak acara itu, SLB Al-Ghifari menyajikan 3 kreasi assesories, yaitu Kalung Etnik, Bros Dagu Jurai, dan Bros Akrilik.

Mengacu kepada hal tersebut, guru Keterampilan Vokasional Sekolah Menengah Atas Luar Biasa (SMALB) yang mewakili Program Workshop dan Seminar Akhir, Warso, S.Pd mengatakan, pada puncak acara Seminar Akhir, tak disangka, life skill SLB Al-Ghifari berupa asesories Bros Dagu Jurai, dan Bros Akrilik terpilih oleh Direktur Pembinaan Guru Pendidikan Menegah (PGPM) Kemendikbud, Ir. Sri Renani Pantjastuti, M.PA.

Menurut Direktur, ucap Warso, life skill SLB Al-Ghifari termasuk kerjinan tangan yang unik. Hasilnya sudah setara dengan assesories yang dijual di toko-toko. Maka dari itu harus terus dikembangkan.

“Tentunya saya sebagai Kepala SLB Al-Ghifari sangat bangga sekali, ketika hasil life skill dari pelaksana teknis pendidikan di SLB ini mendapat pesanan sewaktu kegiatan Workshop di Yogjakarta, dan terpilihnya life skill ketika diselenggarakannya Seminar Akhir di Hotel Maharani Jaksel, karena unik dan hasil pembikinannya setara dengan product yang dijual di toko-toko,” ujar Wini yang didampingi Warso sewaktu bersua di ruang kantornya, Kamis (09/10/2018).

Untuk itu, pungkas Wini, kami berharap kepada pemerintah, supaya program tersebut ditindak lanjutinya dengan pemberian modal usaha kepada para peserta didik ABK lulusan dari SMA-LB. Terutama kepada SLB yang telah siap untuk memasarkan hasil life skill dari para peserta didiknya setelah tamat nenimba ilmu. (Ilham Amir)***

Editor: ER.

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI