Keracunan Warga Korban Cimanuk di Islamic Center, Kondisi Penampungan yang Tak Layak Harus Segera Ditangani

KONDISI tempat penampungan korban banjir Cimanuk, di kompleks Islamic Center, Garut, Minggu (21/5/17)/ Foto: Kang Cep/GE.

GARUT, (GE).- Kasus keracunan makanan yang menimpa ratusan pengungsi korban banjir Cimanuk Garut, Minggu (21/5) mengingatkan kembali jika hingga kini para pengungsi belum mendapat hunian yang layak. Mereka masih hidup ditempat penampungan sejak musibah banjir bandang Cimanuk pada September 2016 lalu.

Hingga saat ini, belum ada kepastian dari pemerintah terkait relokasi. Dari ratusan pengungsi yang menjadi korban dugaan keracunan, kini masih ada empat orang yang menjalani perawatan intensif di RSUD dr. Slamet, Garut.

“Ya, masih ada empat orang yang dirawat sampai sekarang. Rata-rata masih mengeluh pusing dan mual,” ujar Humas RSU dr Slamet, Garut, Senin (22/5/17).


Sementara itu Bupati Garut, Rudy Gunawan, mengaku sudah melihat langsung para pengungsi yang dirawat pada Minggu pagi. Pemerintah menjamin pengobatan para pengungsi tersebut.

“Kami obati mereka. Biaya dari pemerintah. Kemari hanya 160 an saja yang menjadi korban dari 1000an lebih yang menyantap makanan. Ke depan harus ada pengawasan,” katanya.

Rudy pun memohon maaf kepada para pengungsi yang menjadi korban dugaan keracunan makanan. Menurutnya, makanan tersebut dipesan pihak donatur dan dimasak di Garut

“Ada semacam bumbu di rendang yanh tak biasa. Makanannya masak di sini. Sedang diuji lab sekarang untuk mengetahui penyebabnya,” tukasnya.

Terkait hunian tetap bagi para pengungsi, ia menjanjikan paling lambat pada akhir tahun ini korban bencana alam itu bisa menempati hunia tetap. Pemerintah masih melakukan pembangunan rumah tapak di beberapa lokasi.

” Sebagian rumahnya sedang dibangun. Saya usahakan akhir tahun ini sudah ada. Rusunawa (bantuan) dari pemerintah pusat juga segera dibangun,” katanya.

Menurut Bupati, sejumlah donatur seperti dari Qatar Charity Indonesia juga siap membangun rumah tapak. Donatur tersebut memberikan anggaran sebesar Rp 140 miliar. (Tim GE)***

 

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI