Keputusan Sengketa Mata Air di Garut Harus Menunggu Satu Minggu

BUPATI Garut, Rudy Gunawan saat meninjau sumber mata air yang disengketakan oleh warga dua kecamatan di Desa Lembang, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut, Jawa Barat.*

GARUT (GE).- Sengketa mata air di Kecamatan Leles, Kabupaten Garut, Jawa Barat masih belum ditemukan solusinya. Warga tetap mendesak agar operasional perusahaan PT. Tirta Leles ditutup. Pasalnya, jika musim kemarau datang, warga di dua kecamatan kerap dilanda kekeringan.

Untuk mengetahui perkara yang sebenarnya, Bupati Garut, Rudy Gunawan, meninjau lokasi mata air secara langsung. Didampingi pasukan keamanan super ketat, bupati beserta rombongan bertolak ke lokasi mata air yang terletak di Desa Lembang, Kecamatan Leles, Garut.

Dalam penilaiannnya, Rudy Gunawan mengatakan tidak ada warga yang kekurangan air. Ia mengatakan air masih mengalir ke irigasi dan dimanfaatkan oleh warga sekitar.


“Kalau saya lihat tadi ga ada yang kesulitan air. Malah airnya mengalir deras,” ujar Rudy kepada “Wartawan”, Kamis (19/10/17).

Rudy pun menyangkal jika ada sumber mata air milik Kepala Dinas PUPR, Uu Saepudin yang dijual ke PT. Changsin Reksa Jaya. Namun meski begitu, ia akan terus mengkaji persoalan ini. Ia berjanji dalam waktu satu minggu keputusannya sudah keluar.

Sementara itu, Koordinator Aliansi Masyarakat Leles-Kadungora, Lukman, mengaku tersinggung dengan pernyataan Rudy Gunawan. Pasalnya, peninjauan yang dilakukan Rudy sesaat setelah hujan lebat turun. Padahal dua hari ke belakang irigasi yang mengalir ke lahan pertanian dan kolam milik warga kondisinya kering.

“Coba bupati datangnya sebelum hujan deras, kondisi irigasi pasti kering. Jelas ini akal-akalan biar kelihatan airnya normal. Jadi Kunjungannya dilakukan setelah hujan deras,” tuding Lukman.

Menurutnya, warga sudah sepakat agar perusahaan pengolahan air itu harus ditutup. Pihaknya pun akan memberikan berkas dokumen yang lengkap untuk dikaji Bupati.

“Pokoknya warga sudah sepakat agar perusahaan air itu ditutup. Nanti kita akan serahkan bukti komplitnya. Kalau Pemkab Garut masih keras pada pendiriannya berarti telah ada main mata dengan pengusaha,” pungkasnya. (Farhan SN)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI