Kepsek dan Honorer Dihimbau Bersabar, BOS Dijadwalkan Cair Sebelum Tanggal 20 September 2018

ilustrasi.

GARUT,(GE).- Kegundahan dan keresahan pada kepala sekolah serta guru honorer terkait telat pencairan BOS nampaknya akan segera terobati. Pihak Disdik Garut mengabarkan bahwa anggaran untuk Bantuan Oprasional Sekolah (BOS) tersebut tidak akan lama lagi segera dicairkan.

Menurut Kepala Bidang (Kabid) SMP pada Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Garut, Drs. Totong, S.Pd., M. Si., pencairn dana BOS untuk tahun ini (2018) akan segera dicairkan oleh pemerintah ke rekening masing masing kepala sekola. Untuk waktunya sendiri, pencairan BOS tahun dijadwalkan tidak akan melebihi tanggal 20 September 2018.

“Ya, dengan telatnya pencairan BOS tahun ini (2018) saya juga kasihan kepada rekan rekan kepala sekolah dan tentunya para tenaga pengajar (honorer). Saya bershabar, menurut kabar penyaluran BOS dari RKUN (Rekening Kas Umum Negara) ke RKUD (Rekening Kas Umum Daerah) akan dilakukan sore hari ini (Jumat, 14 Sepetember 2018). Jika semuanya berjalan lancar, saya kira BOS akan segera ditransfer ke rekening masing-masing sekolah sebelum tanggal 20 (September 2018). Jadi saya harap para kepsek dan guru (honorer) bersabar,” ungkap Totong, saat dihubungi garut-express.com, Jumat (14/09/2018).


Totong menjelaskan, BOS disalurkan dari RKUN ke RKUD setiap triwulan pada waktu yang ditentukan sesuai peraturan perundang-undangan. Adapun BOS untuk wilayah yang secara geografis sangat sulit (wilayah terpencil) disalurkan dari RKUN ke RKUD setiap semester pada waktu yang ditentukan.

“Jadi, kepada saudara saudara para pengelola sekolah, juga guru guru, khususnya honorer harus tetap bershabar. Semua ada mekanisme dan proses yang harus ditempuh. Kami juga terus berupaya membantu sesampunya, meski proses pencairan BOS itu kan wewenangnya langsung dari pemerintah pusat,” katanya.

Sebelumnya, sejumlah kepala sekolah (kepsek) mengeluhkan terkait telatnya pencairan BOS ini. Bahkan sejumlah kepsek mengaku terpaksa harus pinjam sana sini, hingga ke rentenir untuk memenuhi kebutuhan oprasional sekolah.

” Ya, saya terpaksa pinjam dana ke rentenir. Habis bingung mau pinjam ke mana lagi. Kasihan para guru honorer, mereka kan harus makan,” tutur Iwan Setiawan, salah seorang kepala sekolah di kawasan Kecamatan Cisompet, Kabupaten Garut.

Diharapkannya, Pemerintah Daerah (Pemda) Garut mau membantu kondisi dunia pendidikan saat ini. “Saya harap pemerintah (Pemda Garut/red.) mau membantu kondisi dunia pendidikan saat ini. Kami juga kan telah memilih pak Bupati, dengan harapan bisa bersinergis dengan warga dari berbagai segmen, termasuk para pengelola pendidikan dan guru honorer tentunya,” ujar Iwan. (ER)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI