Kembangkan Kapasitas UMKM, Intan BDC Garut Gelar Pelatihan Packaging dan Inovasi Produk

GARUT, (GE).- Inovasi  produk menjadi kunci penting bagi pertumbuhan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), selain itu juga harus memiliki daya saing agar bisa memasarkan dan menjual produknya secara professional dan modern.

Demikian disampaikan Urip Sudiana yang  merupakan Manajer Intan BDC (Business Development Center) Kabupaten Garut, disela acara Pengembangan Kapasitas,  Pelatihan Packaging dan Inovasi Produk bagi Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM)  Perajin Olahan Makanan, di Gedung Sasakadana, Garut, Jumat (2/1/2016).

“Model bisnis bukan hanya milik perusahaan bisnis, pelaku UMKM harus memahami dan memilih model bisnis yang tepat dan sesuai. Secara sederhana, pelaku UMKM terkadang menitipkan produk ke mitranya dalam bentuk konsinyasi. Nah, dengan adanya pelatihan ini kami berharap para pelaku usaha binaan Intan BDC bisa mengembangkan prduknya secara lebih luas lagi dan lebih baik,”  tutur Urip, menjelaskan.


Dalam kesempatan ini, Ketua Komite Intan BDC Garut, H. Aliyudin,SE,M.Si.,  didampingi Kepala Bidang (Kabid) UMKM, Dinas Koperasi UMKM dan BMT Kabupaten Garut, Hj. Erna Sugiarti SE, secara resmi membuka acara Pengembangan Kapasitas Pelatihan Packaging dan Inovasi Produk ( KSM Perajin Olahan Makanan).

H.Aliyudin yang juga Kabag Perekonomian Setda Kabupaten Garut mengatakan, keberadaan Intan BDC yang berusia setahunan ini diharapkan bisa membantu meningkatkan taraf perekonomian masyarakat Garut, khususnya bagi pelaku UMKM.

“Saya harap, keberadaan Intan BDC yang sudah hampir setahun ini bisa membantu meningkatkan  taraf ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM. Dengan pelatihan ini, tentunya akan sangat bermanfaat bagi pelaku usaha mikro sehingga bisa meningkatkan hasil prduksi dan bisa bedaya saing di pasar global,” tutur, H. Aliyudin, dalam sambutaanya.

Untuk memberikan pencerahan keilmuan terkait pengembangan produk UMKM, panitia Intan BDC menghadirkan pemateri yang berkompeten di bidangnya, ia adalah M. Fajar Setiadi yang merupakan penyuluh dari Disperindagpas (Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pengelolaan Pasar) Kabupaten Garut.

Menurut Urip Sudiana, saat ini dirinya membina sejumlah KSM dan pelaku UMKM di 6 Kecamatan Kabupaten Garut. Sementara itu, dalam program Pengembangan Kapasitas,  Pelatihan Packaging dan Inovasi Produk bagi Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM)  Perajin Olahan Makanan kali ini diikuti 65 orang pelaku usaha mikro yang meliputi 60 orang binaan Intan BDC dan 5 orang non binaan Intan BDC. (ER)***

Editor: Kang Cep.

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI