Kemampuan Ki Dalang Cilik Asal Selaawi, Membuat Semua Mata Terpukau

KI Dalang Cilik saat pentas di atas panggung pada perayaan 17 Agustus di Kecamatan Selaawi.*

SELAAWI,(GE).- Kiprah ki dalang cilik asal Selaawi, Shabiq Karba Suhaya, mulai mendapatkan perhatian dari pemerintah Kabupaten Garut, khususnya Dinas kebudayaan dan pariwisata.

Saat tampil menghibur warga Selaawi, dalam acara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, Shabiq membawakan cerita Naga Percona Pejah. Dalam cerita ini, menggambarkan kejahatan seorang raksasa yang di tumpas oleh seorang ksatria bernama Jabang Tutuka, yang lebih di kenal dengan nama Gatot Kaca.

Di balik cerita wayang golek yang di tampilkan Shabiq, ada hal lain yang sanagat menarik. Rupa-rupanya, penampilan Ki Dalang cilik kebanggaan warga Selaawi, umumnya warga Garut ini, juga menarik perhatian Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Garut, Budi Gan Gan yang hadir dalam acara tersebut.

Di tengah-tengah cerita wayang golek, Shabiq memanggil Budi Gan Gan beserta dua orang Kepala Seksi Disbudpar Garut, serta Camat Selaawi, Ridwan Efendi dan salah seorang anggota DPRD yang juga merupakan warga Selaawi ke atas panggung. Melalui salah seorang tokoh pewayangan bernama si cepot, Shabiq mengajak berdialog rombongan Disbupar Garut.

Dalam dialog tersebut, Budi Gan Gan mengaku sangat terkesan dengan penampilan ki dalang cilik. Dan ia mengatakan, jika di tahun 2017 nanti, akan mengupayakan bantuan untuk Shabiq, agar cita-cita Shabiq yang ingin menjadi seorang dalang kondang masa depan bisa tercapai.

Hal tersebut, tentu saja membuat gembira semua pihak, termasuk Camat Selaawi. Menurut Ridwan Efendi, yang di wawancarai usai pagelaran wayang golek tersebut, Kamis (18/08/2016), niat baik pemerintah untuk membantu Shabiq, adalah satu bentuk kepedulian dalam melestarikan sebi budaya yang ada di Jawa Barat, dalam hal ini seni sunda wayang golek. Saya sebagai Camat Selaawi, sangatlah bangga, karena diantara warga Selaawi, ternyata ada yang mempunyai bakat di dunia seni sunda wayang golekan. (Useu G Ramdhani)***