Kelangkaan “Si Melon” Meresahkan, Pemerintah Harus Segera Turun Tangan

Antrean warga tampak mengular, di dikompleks SPBU Cisurupan, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Selasa (31/05/2016)/ Agus Muhram ‘GE’

CISURUPAN, (GE).- Dalam sepekan terakhir masyarakat di beberapa wilayah mulai diresahkan dengan “raib”nya gas 3 Kg alias “Si Melon.” Keresahan warga ini cukup beralsan, karena bahan bakar ini sangat dibutuhkan, terlebih dalam menghadapi ‘munggahan’ atau bulan Suci Ramadhan.

Akibat kelangkaan gas ini, pemandangan antrian warga di agen agen gas mulai tampak. Misalnya, pada hari ini, ratusan warga di kawasan Cisurupan harus rela antre berjam-jam hanya untuk mendapatkan bahan bakar bersubsidi ini. Warga di kawasan ini tampak mengular antri dikompleks SPBU Cisurupan, Selasa (31/05/2016).

Rustandi, warga Kampung Pasar Kidul, mengaku terpaksa harus mengantri lebih dari 2 jam. Ia mengatakan sudah beberapa hari ini terjadi kelangkaan gas 3 kg, kalaupun ada harganya mahal.

“Akhir-akhir ini gas sangat sulit, kalaupun ada harganya bisa sampai Pp 27.000/ tabung, bahkan ada beberapa warung yang menjual hingga Rp 29.000. Ya, karena butuh mahal juga kita beli”, tuturnya

Sementara akibat kelangkaan ini, selisih harga jual yang cukup jauh antara agen dan warung. Hal inilah yang membuat warga warga rela mengantri di agen yang masih mematok harga stanar yang wajar.

“Disini memang harganya murah, sekitar 16.000 cuman sayangnya buka hanya 1 kali dalam seminggu”, keluhnya.

Rustandi dan warga lainnya berharap adanya perhatian dan tindakan konkret dari pemerintah dan pihak terkait untuk segera mengatasi hal ini.

“Tolong pemerintah bantu masyarakat untuk mengatasi kelangkaan gas ini. Jika tidak, saya kok khawatir masyarakat kehilangan keshabarannya,” tukasnya. (Agus Muhram)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI

Komentar

BAGIKAN