Kedatangan Bupati ke Limbangan Disambut Caci maki dan Lemparan Para Pedagang

LIMBANGAN, (GE).- Dipicu peristiwa kebakaran pasar yang telah menghanguskan ratusan kios Rabu (18/05/2016) dinihari tadi, menjelang siang di sekitar pasar Limbangan tampak mencekam. Para pedagang menilai Pemkab Garut terkesan memihak kepada kepentingan pengusaha daripada pedagang kecil.

Ratusan pedagang yang berunjuk rasa menduduki badan jalan raya Limbangan memblokade jalan dengan cara menumpuk batu bata disertai membakar ban bekas.

Sekira pukul 10.30 wib, akhinya Bupati Garut, Rudy Gunawan menyempatkan diri menemui para demonstran, yang tak lain para pedagang pasar Limbangan. Alih-alih disambut dengan suka cita, Bupati Rudy yang dikawal ketat Brimob malah disambut dengan lemparan berbagai botol minuman serta caci maki sejumlah pedagang yang terlanjur geram.

Sempat terjadi adu argumen antara para pedagang dengan bupati. Dalam tuntutannya, pedagang meminta agar bupati menyegel bangunan pasar yang baru karena dinilai ilegal karena tidak mengantongi IMB dan legalitas lainnya.

Dalam kesempatan itu bupati menawarkan solusi dengan mempersilahkan para pedagang segera pindah ke gedung baru karena lokasi berjualan yang selama ini digunakan sudah tidak lagi bisa digunakan. Tawaran tersebut seketika ditolak mentah-mentah para pedagang.

Para pedagang menilai, selain mereka tak mampu untuk membayar harga kios yang permeternya dibanderol Rp 25 juta. Selain itu, para pedagang beralasan enggan menempati bangunan yang tak memiliki legalitas resmi.

Akibat tidak ada kesepakatan, akhirnya Rudy meninggalkan lokasi pasar Limbangan yang tengah “membara.”Sementara warga pedagang hingga berita ini diturunkan masih bergerombol di kawasan pasar Limbangan dengan pengawasan ketat aparat keamanan.

Sementara itu,Koordinator Pedagang Pasar Limbangan, Basar Suryana mengatakan, terkait permintaan penyegelan bangunan baru pasar Limbangan, bupati Garut tak bisa mengabulkan.

“Ia( Bupati Rudy/ red) beralasan hal tersebut tidak ada dasar hukumnya. Padahal putusan PTUN yang dimenangkan para pedagang telah menyatakan jika bangunan baru pasar Limbangan ilegal.” Tandasnya.(Nik Nik Agustin)***