Kecamatan Malangbong Bersiap Menggelar Lomba Potensi Desa

KEPALA Seksi Pemberdayaan Masyarakat Desa ( PMD ) Kecamatan Malangbong, Deden Munawar menyambut baik apa yang diinstruksikan pemerintah daerah (Pemda) Garut terkait pengelolaan kepariwsitaan di pedesaan. Sebagai respon dam salah satu terobosan, pihaknya dalam waktu dekat akan menggelar lomba penggalin potensi desa.

” Dalam rangka perayaan HUT RI kami akan menggelar lomba penggalian potensi desa.  Kegiatan itu sekaligus untuk merangsang  warga desa terutama kepala desa  agar termotivasi memunculkan dan menggali potensi desanya. Dengan demikian diharapkan  pertumbuhan ekonomi di desa semakin meningkat. Selama ini, berdasarkan laporan , APBDes pendapatan asli desanya masih dibawah rata-rata, ” ujarnya, Minggu (16/07/17).

Dijelaskannya, dalam perlombaan nanti,  para kepala desa diharuskan mempresentasikan apa saja potensi desanya kepada tim penilai. Pada saat perlombaan nanti, tim penilai akan menggunakan analisis yang dinamai SWAT (sebuah metode perencanaan strategis yang digunakan untuk mengevaluasi kekuatan (Strengths), kelemahan (Weaknesses), peluang (Opportunities), dan ancaman (Threats) dalam suatu proyek atau suatu spekulasi bisnis.


“Saat ini di Kecamatan Malangbong  terdapat lima desa yang telah mendapatkan SK bupati terkait kawasan agro  wisata, diantaranya, Desa Cinagara, Desa Sanding, Desa Giri Makmur dan Desa Barudua,” ungkapnya.

Menurutnya,  masih terdapat beberapa desa lain yang memiliki potensi wisata yang pada akhirnya akan saling menunjang satu sama lainnya.  Letak gerpgrafis  Malangbong  sendiri berada di segi tiga emas ini menguntungkan. Malangbong sebagai poros bagi Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Ciamis, Pangandaran serta Kabupaten Garut menuju wisata waduk Jati Gede Sumedang.
Desa Cikarag, salah satu desa di wilayah Malangbong, bisa dijadikan contoh, dengan ketinggian 1600 M dpl. Dari ketinggian Desa Cikarag kita bisa menyaksikan eksoktiknya alam Priangan Timur.

Ditempat lainnya,  Desa Sukamanah tampil dengan kisah Batu Layang dan Batu Bentengnya, Desa Malangbong dengan Curug Leuwi Monyet, Desa Cisitu dengan Manuk Mandinya. Sementara itu, Desa Mekarasih, Skawayana, dan Sekarwangi tampil dengan wisata religinya, di kawasan ini terdapat Pondok Pesantren Nurul Huda di Desa Sakawayana.
“Desa akan maju cepat apabila pandai menggali permasalahan dan potensi desanya sendiri.  Baik skala lokal maupun kewilayahan. Potensi desa bisa dijadikan bahan pemecahan permasalahan juga,” katanya.

Menurutnya, sejumlah potensi fisik maupun non fisik akan menjadi penopang pembangunan di wilayah pedesaan. Potensi fisik misalnya SDA, produk unggulan desa, kelompok usaha, pertanian, UMKM, dan yang lainnya.

Disamping itu, tak kalah penting potensi non fisik, yakni aparatur pemerintah desa profesional yang inovatif sebagi sumber kelancaran roda pemerintahan desa. Dengan adanya aparatur profesional inilah, pemerintahan desa diharapkan mampu mendorong partisipasi masyarakat dalam mendorong pembangunan.

Sekmat Malangbong, Asep Ajun Wahyudin menilai, pengembangan industri pariwisata khususnya agrowisata memerlukan kreativitas dan inovasi, kerjasama dan koordinasi serta promosi dan pemasaran  yang baik. “Pengembangan agrowisata berbasis kawasan berarti juga adanya keterlibatan unsur-unsur wilayah dan masyarakat secara intensif,” kata sekmat.

Diharapkannya, pengembangan industri pariwisata ini mampu menunjang upaya-upaya pelestarian alam, kekayaan hayati dan kekayaan budaya bangsa. Pengembangan agrowisata merupakan salah satu alternatif untuk mendorong potensi ekonomi daerah maupun upaya-upaya pelestarian. ( TAF Senopati.) ***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI