Kebakaran Pabrik Kembang Api Tangerang, Korban asal Garut Bertambah

Aji, warga Kampung Karyamukti, Desa Karyamukti, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut, salah seorang korban terbakarnya pabrik kembang api di Tangerang menunjukan tangan kanannya yang terbakar, Sabtu (28/10/17)/ Andri/GE.

GARUT,(GE).- Seiring proses identifikasi di lokasi tempat terbakarnya pabrik kembang api di kawasan Kosambi, Tangerang, Banten, jumlah korban terus bertambah. Dari puluhan koran tersebut,  warga Garut yang jadi korbanpun dilaporkan bertambah. Sebelumnya, warga Garut yang jadi korban tercatat ada empat orang, kini bertambah menjadi lima orang.

Dar lima orang korban tersebut, empat diantaranya sudah bisa dipulangkan. Sementara se orang lagi dinyatakan meninggal namun masih belum teridentifikasi oleh Tim DVI.

Aji Supriaji, salah seorang warga Garut yang berhasil selamat dari insiden terbakarnya pabrik kembang api mengisahkan, proses kejadiannya begitu cepat. Dikatakannya, sebelum terjadinya kebakaran hebat, terjadi beberapa kali ledakan keras.


“Kurang dari semenitan. Setelah beberapa kali ledakan, api menyambar serbuk bahan kembang api. Api sempat menyambar tubuh saya. Saat kejadian saya sedang mengepak kembang api di samping gudang,” tuturnya, Sabtu (28/10/17).

Selain Aji, keempat korban asal Garut lainnya diantaranya Ari, Wildan dan Ridwan. Sementara Mamat alias Slamet Rahmat yang merupakan pekerja bagian teknisi mesin berada di dalam pabrik sehingga tidak bisa menyelamatkan diri. Mamat sendiri hingga kini dilaporkan jasadnya masih belumbisa teridintefikasi.

Sementara itu, keluarga keempat korban yang merupakan satu keluarga di Kampung Karyamukti, Desa Karyamukti, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut masih diliputi suasana duka. Meski anggota keluargannya bisa pulang, namun anggota keluarganya kini harus menderita akibat luka bakar di bagian tangan, leher, kepala dan telinganya.

“Tiba-tiba langsung besar saja api nya, saya juga tidak tau ini tangan sudah luka. Pas kejadian langsung pada keluar lari lewat jalan sempit di dalam pabrik.  Saya berempat yang satu lagi mah bagian mekanik didalam jadi tidak bisa menyelamatkan diri,” ujarnya.

Menurut Kepala Desa Karyamukti, Kecamatan Cibatu, Heru Wedia, Kelima warganya yang jadi korban kebakaran pabrik kembang api di Tangerah memang satu keluarga. Kelima orang korban tersebut merupakan kakak beradik dan paman.

Hingga Jumat (27/10/17) malam, pihak keluarga korban masih belum mendapatkan laporan terkait nasib seorang lagi anggota keluarganya yang jadi korban. Keluarga korban masih menunggu hasil identifikasi Tim DVI. Keluarga korban berharap jenazah anggota keluarganya bisa segera dibawa pulang dan dimakamkan di kampung halamannya.

“Betul warga kami ada lima yang menjadi korban.  Empat diantaranya sudah bisa pulang, satu lagi belum diketemukan, sample darah keluarga sudah diambil tim dokter untuk mencocokan. pihak keluarga berharap segera teridentifikasi supaya dimakamkan di kampung halamannya,” ucap Heru.

Rencananya, keluarga korban hari ini (Sabtu/ 28/10/17) akan bertolak ke Rumah Sakit Polri untuk mencocokan DNA korban meninggal atas nama Slamet Rahmat. (Andri)***

Editor: Kang Cep.

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI