KBM Tak Nyaman, SDN 6 Sindangsuka Menanti Bantuan RKB

KONDISI SDN 6 Sindangsuka didiri pada tahun 1983, konstruksinya masih berupa bangunan inpres jaman orde baru. Dari sejak berdiri hingga saat ini baru mendapatkan Bantuan Ruang Kelas Baru (RKB) 3 kali.  Saat ini, para pelaksana teknis pendidikannya menti kembali bantuan RKB dari pemerintah. Terutama untuk 2 uang kelas yang membuat para-guru dan murid gerah tak nyaman melakasanakan kegiatan belajar dan mengajar.

SDN 6 Sindangsuka berdiri di atas tanah seluas 1160 m². Sekolah itu berlokasi di Kampung Pangeureunan, RW.05 /RT.02, Desa Sindangsuka, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Saat ini di sekolah tersebut memiliki 74 siswa, dengan jumlah pelaksana teknis pendidikannya terdiri dari 3 PNS, dan 5 sukwan.

Menurut pengakuan dari para gurunya, di SDN 6 Sindangsuka terhitung dari tahun 1983 hingga tahun ini (2016) baru mendapatkan 3 kali bantuan Program RKB, yaitu pada tahun 2008, 2011.


Diharapkannya,  pada tahun 2017 mendapatkan bantuan pembangunan RKB lagi. Terutama untuk pembangunan ruang kelas 2 dan kelas 3. Ruangan tersebut  tampaknya sudah tidak layak huni.  Dengan kondisi ruangan seperti itu, sejumlah guru dan siswa mengaku kesulitan untuk bisa konsentrasi dalam menjalankan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).

“Makanya pada tahun 2017, kami mengharapkan sekali bantuan dari pemerintah. Terutama untuk ruang kelas 2 dan kelas 3 perlu direhabilitas. Karena kelas tersebut sudah tidak layak untuk KBM. Ruangan kelas itu, keadaannya kumuh, beratap seng. Sehingga bikin tak kerasan guru mengajar. Jika hujan, ruangan kelas tersebut becek. Sedangkan jika terik matahari, baik guru maupun siswa akan bermandikan keringat, karena atap seng membikin udara dalam ruangan menyengat gerah,” tutur guru kelas 5 SDN 6 Sindangsuka, Wawat Setiawati S.Pd., saat dijumpai Tim GE, belum lama ini.

Sementara itu, guru kelas 6, Yana S.Pd menambahkan, mudah-mudahan saja, untuk kedepanya, apabila bantuan RKB untuk kelas dua dan tiga terealisasi, sekolah ini mempunyai “nilai jual.”

“Dengan demikian, semoga untuk kedepan jumlah siswa lebih meningkat dari sekarang.” Harapnya. (Yayan-Asep T.)***

Editor: Kang Cep.

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI