Kawanan Monyet Liar di Garut Menyerang Tanaman Warga, Petani Merugi Ratusan Juta

GARUT, (GE).- Ribuan ekor monyet liar menyerang ladang milik petani di kawasan Desa Tenjonagara, Kecamatan Sucinaraja, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Akibatnya tanaman milik warga sekitar rusak hingga kerap mengalami gagal panen.

Kemunculan monyet liar tersebut semakin meresahkan para petani. Pasalnya tanaman palawija mereka diserang secara sporadis oleh kawanan monyet liar.

Biasanya, kawanan monyet liar tersebut datang ke kebun petani saat pagi hari dan sorenya. Mereka memakan apa saja tanaman yang ada di kebun.

SALAH seorang petani menunjukkan tanaman bawang merah yang dirusak kawanan monyet liar, Rabu (29/3/17)***

Salah seorang petani, Enjang (45), mengaku jika ia bersama para petani lainya merugi Rp 4 juta hingga Rp 5 juta setiap kali musim panen. Menurutnya, dua kali dalam sehari pada waktu pagi dan sore, biasanya kawanan monyet itu menyerang tanaman milik mereka.

“Kerugian kita akibat serangan monyet ini mencapai 30 persen sampai 40 persen. Sekira Rp 4 juta sampai Rp 5 juta tiap petani. Sedangkan yang berkebun di sini jumlahnya lebih dari 200 orang. Jadi diperkirakan petani di sini merugi ratusan juta rupiah,” ujar Enjang.

Enjang melanjutkan, sudah memasuki tahun ke-3 produktivitas hasil pertanian di wilayahnya mengalami penurunan cukup signifikan. Hal itu terjadi seiring meningkatnya jumlah populasi hewan jenis primata yang diduga berkembang biak bebas hingga jumlahnya diduga sudah lebih dari seribuan ekor.

Di wilayah tanam Blok Sumengkeu, Desa Tenjonagara, kata Enjang, sejumlah petani terpaksa harus berpatroli untuk menghalau kawanan monyet. Jika tidak, dipastikan tanaman palawija milik mereka rusak dan habis dijadikan santapan kelompok mamalia tersebut.

Dikatakanya, beberapa jenis tanaman seperti jagung, terong, umbi kentang dan bawang merah jadi santapan paling favorit monyet. Bahkan, kata Enjang, para petani jika tidak berjaga jaga di dua waktu itu, bisa dipastikan gagal panen.

Sebagai upaya antisipasi sementara, sejumlah petani terpaksa berjaga-jaga di waktu pagi dan sore guna menghalau kawanan monyet tersebut. Bahkan, tak jarang mereka terpaksa harus pulang menjelang malam saat kawanan monyet itu mulai kembali ke hutan.

“Sementara hanya upaya pengusiran manual saja Pak dengan cara digiring dan ditakut-takuti. Saya juga bingung karena satwa ini tidak boleh dianiaya. Kerjaanya gitu mencuri dengan cara dirusak paksa, seperti tanaman bawang ini,” ujar petani lainya sambil menunjukan tanaman sisa dicuri kawanan monyet tersebut.

Saat garutexpress.com melakukan liputan di tempat tersebut, Rabu (29/3/17), sisa-sisa serangan satwa tersebut masih tampak. Bahkan sekelompok primata itu terlihat berhamburan memasuki kawasan hutan.

Akibat kejadian itu, para petani di wilayah tersebut kini berharap mendapat solusi dari Pemkab Garut melalui dinas terkait. Peristiwa yang telah terjadi selama tiga tahun terakhir telah menurunkan produktivitas hasil pertanian mereka. Akibatnya, kerugianpun harus mereka alami setiap kali musim panen tiba. (Doni Melodisurya/GE)***

Editor : SMS

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI