Kasus Perceraian Meningkat 2,2 %, Dan Janda pun Bertambah

TARKA,(GE).- Sejumlah kasus perceraian yang terjadi di Kabupaten Garut pada tahun 2015 tercatat meningkat 2,2 %. Dari data di kantor Pengadilan Agama Garut, tercatat, wilayah Kecamatan Garut Kota masih mendominasi angka perceraian terbanyak dengan jumlah 336 perkara, di susul Kecamatan Tarogong Kidul dengan perkara sebanyak 249 perkara. Sedangkan Kecamatan Tarogong Kidul dan Kecamatan Tarogong Kaler menduduki posisi ke 2 dan 3.

Demikian diungkapkan Humas Pengadilan Agama (PA) Kabupaten Garut, Ahmad Sanusi, saat dijumpai ‘GE’ di ruang kerjannya,(Senin 21/12/2015).

“Ya, secara keseluruhan, jumlah perceraian di Kabupaten Garut, pada tahun 2015 ini meningkat sebanyak 2,2 % dari tahun sebelumnya. Dengan demikian kini di Garut jumlah janda pun bertambah,” tukasnya.

Dijelaskannya, jumlahnya mencapai 2.966 kasus yang masuk dalam daftar Pengadilan Agama kelas 1 A Kabupaten Garut. Dari angka tersebut, kasus perceraian itu kebanyakannya dialami oleh warga biasa atau masyarakat umum.

Dikatakannya, untuk perceraian di kalangan pengusaha dan pegawai negri sipil cenderung rendah. Kenaikan jumlah angka perceraian di Kabupaten Garut salah satunya dipengaruhi oleh tuntutan administrasi yang mengharuskan adanya akta perceraian bagi suami istri yang memang sebelumnya sudah dinyatakan bercerai, namun dengan cara bawah tangan.

“Tak jarang ada warga yang datang ke Pengadilan Agama dengan maksud membuat akta cerai, padahal warga tersebut sudah bercerai di bawah tangan beberapa tahun ke belakang.”Tukasnya. (Useu G Ramdani)***

BAGIKAN