Kasus Curanmor Marak, Warga Minta Respon Cepat dari Polisi

GARUT, (GE).- Di wilayah hukum Polres Garut, kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) akhir-akhir ini terbilang marak. Dalam sehari, bisa terjadi dua sampai tiga kasus curanmor di kawasan Garut Kota dan Tarogong.

Kasus curanmor terbaru terjadi di kawasan Garut Kota tepatnya di Kampung Copong, Kelurahan Sukamenteri, Rabu (8/2/2017). Sedikitnta dua unit sepeda motor raib dalam tempo singkat dari rumah salah seorang warga di daerah tersebut.

“Kemarin sepeda motor milik saya hilang dari halaman rumah. Selain sepeda motor milik saya, sepeda motor milik teman saya juga hilang pada saat bersamaan. Kami langsung membuat laporan ke Polsek Garut Kota, akan tetapi petugasnya tak ada yang datang ke TKP saat itu,”keluh Ato, salah seorang korban curanmor.


Diungkapkan Supian, salah seorang petugas piket Polsek Garut Kota saat itu mengatakan, petugas akan datang ke TKP untuk melakukan olah TKP besok harinya. Hal ini tentu sangat disesalkan karena seharusnya olah TKP dilakukan langsung pada hari itu juga.

“Aneh saja, peristiwa pencuriannya terjadi hari Rabu siang akan tetapi olah TKP baru akan dilakukan keesokan harinya. Seharusnya polisi cepat merespon setiap laporan dari warga, apalagi menyangkut pencurian,” katanya.

Karena merasa tak mendapat respon dari pihak Polsek Garut Kota, tutur Ato, dirinya kemudian memutuskan untuk melaporkan kasus pencurian sepeda motornya ke Polres Garut. Tak lama setelah laporan, tuturnya, setelah di-BAP, sejumlah petugas Reskrim dan Identifikasi langsung mendatangi TKP untuk melakukan olah TKP.

Diungkapkannya, sepeda motor yang hilang dari halaman rumah tersebut adalah merk Kawasaki Ninja bernomor polisi D 6455 VDC atasnama Rendi Ocviyanto dan Suzuki Satria FU bernomor polisi D 4593 NBR atasnama Riyan. Sehari sebelumnya, peristiwa curanmor juga terjadi di daerah tersebut.

“Banyak kasus curanmor yang terjadi di daerah ini. Namun kebanyakan korbannya tak mau melapor ke polisi dengan berbagai alasan,” ucap Ato.

Sementara itu, Kasubag Humas Polres Garut, AKP Ridwan Tampubolon, mengakui maraknya kasus curanmor yang terjadi di wilayah hukum Polres Garut akhir-akhir ini. Pihak kepolisian sendiri menurutnya terus melakukan berbagai upaya untuk menekan tingginya angka kasus curanmor ini.

Diungkapakannya, sudah seharusnya polisi merespon laporan masyarakat, termasuk laporan curanmor. Laporan juga harus segera ditindaklanjuti dengan adanya tindakan dari aparat kepolisian salah satunya dengan langsung melakukan olah TKP.

“Ya harus cepat tanggap lah. Begitu menerima laporan, segera tindaklanjuti dengan cepat,” tukasnya. (Tim GE)***

Editor: Kang Cep.

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI