Kasatpol PP : Parkir Liar Jadi Kecemburuan PKL Pengkolan

Kasatpol PP Garut, Mlenik Maumeriadi./ foto; ER"GE"

GARUT, (GE).- Sudah sepekan ini aparat gabungan dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Polisi dan TNI, serta dari Dinas Perhubungan melakukan penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan terlarang untuk PKL, alias “zone merah”. Selain penertiban PKL, aparat gabungan juga menertibkan parkir liar yang selama ini menambah kesemrawutan pusat kota Garut tersebut.

Kepala Satpol PP Kab. Garut, Mlenik Maumeriadi, mengatakan, banyaknya pedagang yang kembali berjualan di zona terlarang karena terangsang oleh banyaknya pengunjung di tanggal muda sekarang ini.

“Sebetulnya tidak boleh mereka berjualan di sana. Tapi sekarang ini masih dalam tahap pembinaan. Nanti kalau gedung PKL sudah normal, mereka tentunya diharuskan berjualan di gedung tanpa ada alasan.” Tukasnya.


Menurut Mlenik, sekarang ini para pedagang diberikan toleransi untuk berjualan setiap hari Minggu dan setiap tanggal 1, 2 dan 3 setiap bulannya. “Kalau setiap harinya, ya kami berikan toleransi waktu sesudah pukul empat sore, tapi itu pun dengan syarat tidak boleh pakai tenda biru.” Jelasnya.

Mlenik menilai, keberadaan parkir liar menjadi kecemburuan tersendiri bagi para pedagang di kawasan tersebut.

“Kenapa pedang selalu ditindak, tapi kalau parkir dibiarkan saja. Makanya dalam hal ini kami dengan Dishub bergerak bersama. Penertiban PKL tidak semudah membalikan telapan tangan, butuh waktu, kesabaran. Makanya bertahaplah.” katanya. (Jay)***

Editor: Kang Cep.

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI