Kapolres Garut: “Kami Akan Lakukan Oprasi Skala Besar untuk Amankan Ramadhan”

Kapolres Garut, AKBP Arif Budiman, S.I.K, M.Si,

KOTA,(GE).- Kedatangan Bulan suci Ramadan 1437 Hijriyah tinggal menghitung hari. Menjelang datangnya bulan agung bagi kaum Muslimin ini, Polres Garut giat melakukan razia penyakit masyarakat (pekat). Minuman beralkohol dan knalpot bising menjadi salah satu sasaran razia pihak kepolisian untuk memberi rasa aman kepada masyarakat yang menjalankan ibdah bulan Ramadhan.

Kapolres Garut, AKBP Arif Budiman, menegaskan, pihaknya akan memperketat razia di sejumlah wilayah di Garut. Hingga saat ini razia minuman keras terus dilakukan di beberapa tempat yang dicurigai menjadi lokasi peredaran.

“Ini sebagai upaya kami untuk memberi ketenangan kepada masyarakat sebelum melaksanakan ibadah puasa. Kami juga menyosialisasikan agar tempat hiburan tak beroperasi. Jangan sampai ada yang menjual minuman beralkohol,” tegas Kapolres dihadapan sejumlah awak media, Kamis (2/6/2016).

Ditegaskannya, selain berbagai jenis miras, pihaknya juga menjaring kendaraan yang menggunakan knalpot bising. Sejumlah kelompok bermotor juga terus dipantau agar tak melakukan gangguan keamanan selama bulan Ramadhan.

“Kami juga melakukan patroli skala besar untuk mengimbau agar masyarakat bisa menjaga keamanan selama Ramadan,” ucapnya.

Terkait operasional tempat hiburan selama bulan Ramadan, Arif meminta agar semua tempat hiburan tak melakukan aktivitas sesuai Perda yang ada di Garut. Bila ada yang melanggar pihaknya bersama Satpol PP akan menindak tegas.

“Jika masyarakat melihat ada yang beroperasional segera laporkan. Bukan hanya itu, kalau ada yang menjajakan miras atau mabuk-mabukan saat puasa laporkan saja,” tandasnya.
Kondisi keamanan di Garut saat ini, lanjut Arif, secara statistik cukup tinggi angka kriminalitasnya. Kondisi tersebut bisa semakin meningkat saat menghadapi lebaran.

“Malam hari terutama saat melaksanakan salat taraweh adalah waktu yang rawan kriminalitas. Makanya kami tingkatkan patroli untuk mengantisipasinya,” tukasya.
Peredaran uang palsu, tambah Arif, juga menjadi perhatian pihaknya. Apalagi kasus peredaran uang palsu di Garut pasa tahun ini cukup tinggi.

“Harus sangat diwaspadai masyarakat. Di bulan Ramadan ini menjadi kesempatan orang tak bertanggung jawab untuk mengedarkan uang palsu,” ucap Arif. (Tim GE)***