Kang Emil Resmi Serahkan RURAL untuk Korban Banjir Cimanuk, Wabup: “Jika Ada yang Mempersulit Administrasi Laporkan ke Saya!”

Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil didamping Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman serta Kepala Pelaksana BPBD Garut, saat prosesi penyerahanRumah Rakyat Ramah Lingkungan (RURAL) kepada warga terdampak banjir Cimanuk, di kawasan Kelurahan Lengkongjaya, Kecdamatan Karangpawitan, Garut Kamis (21/9/17). ***

GARUT, (GE).- Pemindahan pengungsi korban banjir bandang Sungai Cimanuk sudah dilakukan pada 20 September 3017. Pemindahan ini merupakan tahap awal, tepat satu tahun peristiwa banjir berlalu. Pemkab baru memberikan rumah kepada korban yang memiliki anggota keluarga meninggal dunia, jadi belum untuk semua korban.

“Sudah ada 42 KK (Kepala Keluarha) yang menerima kunci, dan ditempatkan di Blok Kopi Lombong (Kecamatan Tarogong Kidul). Sisanya menyusul,” ujar Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman, usai prosesi peresmian dan serah terima Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA) di Kelurahan Lengkongjaya, Kecamatan Karangpawitan, Garut, Kamis (21/9/17).

Wabup menjelaskan, jumlah korban meninggal dunia akibat banjir bandang mencapai 52 orang, terdiri dari 39 ditemukan dan 13 hilang. Sebanyak 250 rumah hanyut terbawa arus dan lebih dari 1.000 rumah rusak berat dan sedang. Pemkab Garut sendiri sedikitnya membutuhkan 1.300 rumah untuk para pengungsi.


Sementara itu, di bulan Desember 2017, direncanakan akan ada 120 unit rumah yang bisa ditempati para pengungsi. Pihaknya pun saat ini masih menunggu penyelesaian pembangunan rumah tapak dan rusunawa.

” Baru 25 persen pengerjaannya. Untuk rusunawa ada dua tower di Margawati. Kalau rumah tapak yang dibangun semua bertipe 36. Spesifikasinya pun sesuai aturan dari kami,” katanya.

Sementara itu, pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berencana akan membangun 720 unit rumah di awal tahun 2018. Pembangunan ditargetkan bisa selesai pada Maret 2018.

Disisnggung terkait adanya keluhan warga tentang sulitnya mengurus administrasi kependudukan, Helmi meminta warga untuk melaporkannya.
“Laporkan saja ke kepala dinasnya. Kalau tak ditanggapi juga langsung lapor ke saya. Tidak akan kami persulit,” tegas Wabup.

Walikota Bandung, Ridwan Kamil juga secara simbolis menyerahkan 11 unit rumah kepada Pemkab Garut yang berasal dari bantuan warganet. Kang Emil, sapaan akrabnya, merupakan salah satu inisiator penggalangan donasi untuk korban banjir bandang Garut.

“Dari penggalangan dana terkumpul Rp 1,5 miliar. Rp 500 juta digunakan saat tanggap darurat. Sedangkan Rp 1 miliar untuk kegiatan kontruksi,” tandasnya, usai menyerahkan 11 unit Rumah Rakyat Ramah Lingkungan (RURAL) kepada warga terdampak banjir Cimanuk, Kamis (21/9/17).

Menurut Emil. RURAL yang dibangun merupakan rumah tipe 36. Total unit yang diamanahkan Pemkab Garut kepada Dompet Dhuafa sebanyak 30 unit, dan 11 unit di antaranya merupakan sumbangan dari warganet.

“Jadi pondasi rumah dibangun lebih dulu. Sisa bangunan lainnya tinggal disusun seperti lego dan dikombinasikan dengan pengolahan limbah menjadi sumber energi terbarukan,” katanya. (Tim GE)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI