Kampung Cikuda Diterjang Longsor, Lima Rumah Rusak Berat Belasan Lainnya Terancam

CILAWU, (GE).- Dalam sepekan terakhir intensitas hujan cukup tinggi, beberapa wilayah di Garut khususnya yang berlokasi di tanah labil harus diwaspadai. Curah hujan yang tinggi juga terjadi pada hari ini, Senin (18/01/2016) sehingga mengakibatkan longsor. Sedikitnya lima unit rumah milik warga di Kampung Cikuda, RT 4/1, Desa Mekarsari, Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut rusak parah akibat diterjang longsor, sementara belasan lainnya terancam.

Musibah longsor yang menimpa rumah warga ini terjadi sekira pukul 17.00 WIB, demikian diungkapkan Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, Dadi Jakaria. Selain lima rumah yang rusak berat, tercatat sedikitnya 15 unit rumah warga lainnya juga terancam. Selain sejumlah rumah, salah satu masjid yang berada persis di bawah tebing kampung tersebut juga dikhawatirkan terdampak longsor.

“Ya, kemarin, longsor ini mengakibatkan lima rumah rusak berat dan 15 rumah lainnya terancam. Longsor terjadi tak lama setelah hujan deras dan cukup lama mengguyur kawasan tersebut,” ungkapnya, Selasa (19/1/2016).

Dikatakannya, longsor terjadi diduga akibat tanah yang sebelumnya sudah bergerak di kawasan tersebut tergerus air saat terjadi hujan deras. Pergerakan tanah di daerah tersebut memang sudah terjadi sebelumnya.

“Dari 15 rumah yang terancam, katanya, saat ini tujuh di antaranya sudah dikosongkan penghuninya. Hal ini terpaksa dilakukan karena jika tetap dihuni, maka bisa membhayakan keselamatan para penghuninya karena rawan terjadi longsor susulan.” Jelasnya.

Diungkapkannya, dalam kejadian tersebut, salah satu rumah warga bernama Eha (60) hancur diterjang longsor, tragisnya lagi penghui rumah saat kejadian tengah sakit pascaoprasi.

“Sejumlah warga yang menjadi korban longsor telah diungsikan ke rumah kerabat dan tetangga yang lebih aman. Ini untuk mengantisipasi hal yang tak diharapkan mengingat potensi bahaya yang besar akibat rawan longsor susulan,” jelasnya.

Dadi menjelaskan, jumlah warga dari lima rumah yang rusak berat sebanyak 26 jiwa. Sedangkan jumlah jiwa seluruhnya termasuk dari penghuni rumah yang terancam mencapai 60 orang. Pihaknya langsung melakukan evakuasi terhadap warga yang menjadi korban longsor untuk mencegah hal yang tak diharapkan.

“Kami sudah tetapkan tanggap darurat selama 7 hari. Warga yang menjadi korban akan direlokasi. Sudah tidak mungkin menempati lokasi rumah sekarang,” tandasnya. (Tim GE)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI

Komentar

BAGIKAN