Kakek Tiga Cucu Ikuti Ujian Nasional, Ini Alasannya

MESKI usianya sudah tak muda lagi, namun tak mengendurkan semangat kakek tiga orang cucu ini untuk mengikuti ujian nasional paket A (jenjang kesetaraan Sekolah Dasar). Ia memiliki motivasi yang kuat untuk meraih sukses di usianya yang sudah senja.

“Mudah-mudahan we ari gaduh ijazahmah sugan aya perobahan nasib,” kata pria yang memiliki nama lengkap Yuswandi ini.

Yuswandi (54), mengaku telah memiliki sembilan orang anak dan tiga orang cucu. Ia berkeyakinan, jika pendidikan akan membuka jalan untuk masa depan yang lebih baik.


Oleh sebab itu, kata Yuswandi, meski usianya sudah tak muda lagi namun akan terus mengikuti ujian persamaan sampai ke jenjang SMA atau paket C. Selain itu, Yuswandi berharap, langkahnya menempuh pendidikan dengan jalur paket A ini dapat diikuti oleh anak-anaknya yang hanya mengenyam pendidikan di tingkat SMP.

“Saya ingin memberikan contoh kepada anak-anak saya. Mudah-mudahan mereka mau mengikuti langkah saya ini,” uajarnya usai mengikuti ujian kesetaraan di SD Al-Amin Jalan Otista, Tarogong Kaler, Garut, Jawa Barat, Senin (15/5/2017).

Yuswandi menuturkan, dulu ia kandas sekolah di bangku kelas 4 sekolah dasar. Faktor ekonomi saat itu menyeretnya untuk bekerja di sawah membantu orang tuanya. Maklum saja, orang tua Yuswandi yang hanya buruh tani tak sanggup membiayai sekolahnya.

“Tentunya saya ingin mengubah nasib. Dari dulu saya menekuni profesi sebagai buruh tani. Namun hasilnya seperti ini saja. Jalan ini diambil tentunya demi masa depan saya, anak-anak dan cucu saya yang lebih baik,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua PKBM Al-Amin, Siti Satiah mengatakan, jumlah peserta ujian kesetaraan yang diselenggarakan di PKBM Al-Amin berjumlah 30 orang. Mereka berdatangan dari berbagai pelosok daerah. Usianya berpariasi dari yang masih muda sampai yang tua juga ada.

“Kebanyakan dari mereka yang mengikuti ujian kesetaraan SD. Namun ada juga yang ikut dalam paket B dan paket C,” pungkas Siti. (Adriawan)*** 

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI