Kak Seto Gulirkan Pembentukan Satgas Perlindungan Anak Tingkat RT/RW

KAK Seto (berkaca mata) tampak akrab berbincang dengan Kepala Badan KB dan Pemberdayaan Perempuan Kabupaten Garut, Drs. Toni Tisna Somantri, M.Si, di sela acara “Parents Gathering With Kak Seto”, di Gedung Pendopo Garut, Jawa Barat, Selasa (7/3/17).***

GARUT, (GE).- Penanganan perlindungan anak dari tindak kekerasan, bukan hanya tugas polisi dan petugas P2TP2A. Seluruh komponen masyarakat harus ikut terlibat. Bahkan sampai ke tingkat RT/RW.

Karena itu, psikolog yang juga Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak, Dr. Seto Mulyadi, S.Psi, M.Si – atau yang akrab disapa Kak Seto, terus berjuang mewujudkan satuan tugas (satgas) perlindungan akan hingga ke tingkat RT/RW.

“Dengan adanya satgas perlindungan anak di tingkat RT/RW diharapkan tidak ada lagi tindak kekerasan terhadap anak,” ujar Kak Seto pada acara “Parents Gathering With Kak Seto”, di Gedung Pendopo Garut, Jawa Barat, Selasa (7/3/17).


Acara gathering yang dibuka Bupati Garut, Rudi Gunawan, tersebut diikuti ratusan guru dari mulai tingkat PAUD, TK, SD, SMP, sampai SMA. Peserta bukan saja guru dari wilayah perkotaan, melainkan juga dari bergabai pelosok seperti Kecamatan Bungbulang, Pameungpeuk dan kecamatan lainnya di Garut Selatan. Mereka tampak begitu antusias meingukuti acara tersebut.

Dalam pemaparannya, Kak Seto menyampaikan 3 aspek penting dalam mendidik anak, yaitu tingkat kesadaran secara logika (kognitif) , apektif atau rasa cinta yang lebih tulus kepada anak-anak, dan aspek psikomotorik.

Para guru tidak hanya harus menguasai keilmuan (konitif), mereka juga harus cukup gesit dan terampil bergerak dalam mengajar. Para guru dituntut terampil mendidik anak dengan metoda mendongeng atau menggambar.

“Atau sedikit trik main sulap. Supaya anak-anak belajarnya betul-betul disentuh dengan nuansa kegembiraan. Tidak tertekan, tidak stres. Sehingga anak-anak mempunyai motivasi yang tinggi dalam belajar,” ujar Kak Seto kepada “GE”, usai acara.

Pada seminar sehari tersebut, Kak Seto juga memberikan materi tentang kesadaran hukum. Menurutnya, anak-anak di Indonesia perlu dilindungi melalui UU Perlindungan Anak.

“Jadi, mohon dalam mendidik jangan ada dengan cara-cara kekerasan,” harapnya.

Dikatakan lebih jauh, hingga kini kasus kekerasan terhadap anak di bidang pendidikan masih cukup tinggi.

“Karena itulah sebabnya kami menggelar kampanye road show ke seluruh tanah air mulai dari Jawa-Bali. Kami mulai beberapa minggu ini di Jawa Barat,” pungkasnya. (Farhan SN)***

 

Editor : SMS

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI