Kak Seto Desak Pelaku Pencabulan Pelajar SMK di Garut Dihukum Maksimal

GARUT, (GE).- Menanggapi terungkapnya dugaan kasus pencabulan terhadapan pelajar SMK di Garut, Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Seto Mulyadi berharap pelaku dihukum maksimal. Desakan Kak Seto, demikian sapaan aktivis perlindungan anak ini, sangat beralasan. Menurutnya, akibat pencabulan ini bisa berdampak pada masa depan korban.

“Ya, tentunya, sanksi yang terbaru bisa dikebiri atau hukuman seumur hidup. UU Nomor 17 Tahun 2016 harus diterapkan. Percuma diperbaiki aturannya tapi tidak digunakan,” kata Seto usai berkunjung ke kantor Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Garut, Kamis (23/2/2017).

Seto mengaku prihatin, terungkap praktik pencabulan yang dilakukan tersangka sudah cukup lama, yakni sejak 2012 lalu. “Ini sudah berlangsung lama dan jumlahnya korbannya banyak. Korban juga mengalami trauma,” katanya.


Dijelaskannya, para korban harus segera mendapatkan penanganan cepat dalam pemulihan rasa trauma. Ia sendiri mengaku telah berbincang dengan para siswa di SMK swasta tersebut terkait kejadian tersebut.

“Tidak hanya satu atau dua orang saja korbannya. Jika dibiarkan takut korbannya mengalami penyimpangan seksual,” tukasnya.

Terkait aksi pelecehan yang dilakukan saat menjalani tes kesehatan dalam proses rekrutmen, Seto menjelaskan bila perbuatan meraba bagian tubuh termasuk organ vital tidak dibenarkan. “Siapapun tidak berhak melakukan itu, kecuali dokter karena pertimbangan medis atau keselamatan jiwa.” tandasnya. (Tim GE)***

Editor: Kang Cep.

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI