Kagumi Pengelolaan BUMDes Leuwigoong, Ratusan Kades Asal Sumatra Utara Gelar Study Banding

ROMBONGAN Kades asal Kabupaten Langkat, Sumatra Utara, berpose bersama Kades Leuwigoong, AA Sudirman, usai gelar sutdy banding di Desa Leuwigoong, Kecamatan Leuwigoong, Garut, Kamis (25/08/2016)/ Useu GR/"GE"

LEUWIGOONG, (GE).- Sejak didirikannya, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes Leuwigoong, Kecamatan Leuwigoong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, boleh dibilang sukses dalam menjalankan usahanya,khususnya di bidang pengelolaan keuangan.

Keberhasilan BUMDes Leuwigoong ini ternyata mengundang kepenasaran beberapa Desa dari luar Kabupaten, bahkan lintas Provinsi untuk mempelajari trik sukses BUMDes Leuwigoong.

Belum lama ini, sejumlah Kepala Desa se-Kabupaten Langkat Sumatra utara sengaja berkunjung ke Leuwigoong untuk mengadakan study banding.

Tercatat ada 120 orang Kepala Desa dari Provinsi Sumatera utara tururt serta bersama rombongan. Mereka (para Kades) antusias untuk mempelaraji bagaimana sistem pengelolaan keuangan desa di BUMDes Leuwigoong, sehingga bisa sukses.

Setibanya di Desa Leuwigoong, ratusan Kades ini mendapatkan penjelasan langsung dari Kades Leuwigoong, AA Sudirman serta Camat Leuwigoong, Sardiman Tanjung.Usai menerima penjelasan, ratusan Kades asal Sumatra ini tampak terkagum-kagum.

Syamsul Bahri, yang merupakan Ketua APDESI Kecamatan Leuwigoong mengatakan, sebenarnya di Langkat sendiri sudah ada pengelolaan semacam BUMDes yang ada di Kabupaten Garut. Hanya saja ,dalam sistem pengelolaannya tidak seperti yang diterapkan di Desa Leuwigoong.

“Sebenarnya, di sana (Langkat/red.) juga ada BUMDes, hanya pengelolaannya saja yang, mungkin berbeda,” katanya.

Kepala Desa Leuwigoong, AA Sudirman, menyebutkan, suksesnya BUMDes Leuwigoong tidak ini bukan bigitu saja terjadi, namun berkat kerja keras dan kesungguhan pengelolaa beserta masyarakat Leuwigoong.

“Berangkat dari keterbatasan dan kesederhanaan, BUMDes ini kita bangun. Kegigihan serta keterbukaan diantara semua pengurus, adalah kunci keberhasilan. Sehingga sejak di dirikan BUMDes Leuwigoong yang sudah berjalan selama dua tahun lebih, hingga saat ini,” ungkapnya. Kamis (25/08/2016)

Sebelum beranjak pulang, rombongan study banding sempat mencicipi aneka penganan khas Garut.Seperti kicimpring, getuk, dan beberapa makanan lainnya, dan dodol , tentunya.

“Luar biasa, memang Garut ini sebuah daerah yang bikin betah. Makanannya, parawisatanya, dan pengelolaan pemerintahan Desanya juga patut kita contoh,” tutur salah seorang Kades, asal Langkat, seraya mengacungkan jempolnya.(Useu G Ramdani)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI

Komentar

BAGIKAN