Kadishub Garut: Tidak Ada Larangan Menyewakan Bus untuk Peserta Aksi 212

KOTA, (GE).- Sejumlah kaum Muslimin Garut yang berencana mengikuti Aksi pada 2 Desember (212) ke Jakarta sempat bertanya-tanya. Pasalnya, beredar isue adanya larangan, bahwa perusahaan oto bis (PO) tak diperbolehkan menyewakan kendaraannya ke peserta aksi damai tersebut. Sedangkan warga dari Garut yang akan berangkat ke Jakarta jumlahnya ribuan.

“Pada Aksi pertama (4 September 2016/red.) lalu saya ikut ke Jakarta dengan menyewa lima bis. Nah, nanti juga Jumat 2 Desember saya berencana akan berangkat lagi. Tapi katanya ada larangan untuk perusahaan bis tidak boleh menyewakan kendaraanya. Makanya saya juga bingung, apa benar atau tidak,” kata Herry dari Pesantren Tarogong Kaler.

Hal senada diungkapkan Ustadz Amas Suparmas, dari Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Garut. Amas mengaku memang mendengar adanya informasi tersebut. Namun, tentunya hal itu dapat dikoordinasikan kembali dengan pihak keamanan, Dinas Perhubungan, dan juga pengusaha bis itu sendiri.


“Kami berangkat ke Jakarta bukan untuk demo apalagi melakukan kerusuhan. Kami disana akan menggelar do’a bersama. Kenapa dilarang? Kalau tidak boleh pakai bus, ya pakai kendaraan lain, atau kereta api, bisa juga berjalan kaki,” tukasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Garut Wahyudijaya membantah kalau pihaknya melarang perusahaan bis untuk tidak menyewakan aramda bis kepada peserta aksi 212.

“Begini, minggu kemarin kami mengadakan rakor di provinsi termasuk juga ikut hadir para pengusaha PO. Pada intinya bukan dilarang, tetapi hanya dibatasi saja.” kata Wahyudijaya, Selasa (29/11/2016).

Diungkapkannya, pada rakor di Bandung itu lebih melihat pada aspek kondusifitas. Misalnya salah satu perusahaan memiliki 100 bis jangan semuanya disewakan tetapi dibatasi saja jumlahnya.

“Kalau seluruh kendaraan berangkat ke Jakarta, nanti disana akan memacetkan Jakarta. Yang pasti tidak ada larangan, Pangdam juga masih mentoleril. Kalau saya melihat secara teknis nampaknya hanya bentuk himbauan saja agar para pengusaha yang punya armada banyak tidak seluruhnya berangkat ke Jakarta,” tandasnya. (Tim GE)***

Editor: Kang Cep.

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI