Kadis PUPR Garut : Kerusakan Irigasi Teknis Capai 40 Persen

ilustrasi

GARUT, (GE).- Selain akibat kemarau, kekeringan yang melanda sejumlah lahan pesawahan di beberapa wilayah Kabupaten Garut juga ditenggarai akibat rusaknya tekhnis irigasi. Hal ini disampaikan Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Garut, Uu Saefudin.

Menurut Uu, dari total irigasi teknis yang berjumlah 38, saat ini 40 persennnya dalam kondisi rusak.

“Tingkat kerusakan irigasi teknis memang terbilang tinggi. Hampir 40 persen dari 38 irigasi teknis yang ada saat ini kondisinya rusak,” ungkap Uu, Rabu (27/9/2017).


Dijelaskannya, sejumlah faktor juga menjadi penyebab terjadinya kerusakan terhadap irigasi teknis tersebut, terutama faktor alam. Selain longsoran tanah, kerusakan juga disebabkan terjadinya sedimentasi.

“Ya, setiap tahun kita memang selalu menyiapkan anggaran untuk perbaikan atau rehabilitasi irigasi teknis. Namun karena keterbatasan, belum semua irigasi teknis bisa kita perbaiki atau rehablitasi,” katanya.

Dijelaskannya, sesuai dengan rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) tahun 2017, tutur Uu, maka Pemkab Garut dalam hal ini Dinas PUPR tengah memfokuskan pembangunan sejumlah irigasi teknis di beberapa daerah. Hal ini bertujuan untuk mengantisipasi terjadinya kekeringan lahan sawah warga.

“Saat memang di sebagian wilayah telah turun hujan. Namun kemarau cukup panjang hingga saat ini masih meninnggalkan dampak. Sejumlah daerah masih dilanda kesulitan mendapatkan pasokan air baik air bersih untuk kebutuhan sehari-hari maupun air untuk lahan pertanian,” katanya.

Menurut Uu, untuk mengatasi kerawanan air bersih, Pemkab Garut juga telah melakukan berbagai upaya. Selain telah memanfaatkan potensi sumber mata air yang ada, dan kolam penampungan air di sejumlah titik lokasi daerah yang dinilai rawan terhadap air bersih.

“Untuk di perkotaan, kebutuhan air bersih warga kan sudah ditangani oleh PDAM. Kita fokus untuk mengatasi di daerah pedesaan melalui pemanfaatan sumber mata air yang ada dan pembuatan embung embung air baru,” ucap Uu.

Ia menjelaskan, tahun 2017 ini pihaknya juga sudah menggulirkan proyek berbasis teknologi untuk penyediaan air di dua daerah di wilayah Garut utara dan selatan yaitu di Malangbong dan Talegong. Dua daerah ini memang merupakan daerah yang sangat rawan air bersih terutama pada musim kemarau. (Tim GE)***

Editor: Kang Cep.

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI