Kadinkes Garut : Puluhan Warga Kampung Sundulan Belum Dipastikan Terserang Chikungunya

GARUT, (GE).- Seperti diberitakan sebelumnya, ada sdekitar 30 orang warga Kampung Sundulan, Desa Kersamanah, Kecamatan Kersamanah, Kabupaten Garut, dikabarkan terserang wabah penyakit Chikungunnya. Terkait hal ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, angkat bicara.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Garut, dr. Tenni Swara Rifai, penyakit yang menyerang puluhan warga tersebut belum bisa dipastikan disebabkan virus Chikungunya. Untuk memastikannya masih menunggu terlebih dahulu hasil uji laboratorium.

” Kami sudah mengirimkan sample darah, namun hasilnya baru bisa diketahui besok (Kamis, 22/12/216/ red.),” tuturnya, Rabu (21/12/2016).

Dijelaskannya, jika dilihat dari gejala yang dirasakan oleh mereka (penderita), memang seperti terkena serangan Chikungunya.

” Memang gejalanya sama dengan virus Chikungunya, seperti ada demam, pegal-pegal serta pembengkakan,” tukasnya.

Kadinkes menegaskan, pihaknya telah menginstruksikan UPTD Puskesmas Sukamerang untuk melakukan pemantauan terhadap warga yang saat ini menderita penyakit tersebut. Jika nanti hasilnya memang penyakit chikungunnya, penyakit tersebut tidak serta merta akan menimbulkan kematian, berbeda dengan Demam Berdarah (DBD).

” Ya memang, penyakit Chikungunnya juga disebabkan oleh gigitan nyamuk, tapi tidak serta merta menyebabkan kematian,” tegasnya.

Aa Tenni, demikian sapaan akrab Kadinkes Garut, menghimbau kepada seluruh masyarakat Garut, untuk senantiasa menjaga kesehatan dan kebersihan. Diantaranya harus membuang sampah pada tempatnya serta memberlakukan 3 M, yakni Menguras dan menyikat tempat penampungan air, seperti bak mandi, WC, Menutup rapat tempat penampungan air, Memanfaatkan atau mendaur ulang barang-barang bekas yang dapat menampung air hujan seperti ban bekas, tempurung kelapa, dan lain-lain.

“ Upaya tersebut harus kita lakukan untuk menghindari datanganya bibit penyakit, termasuk virus DBD dan sejenisnya.” Ungkapnya. (Memphis)***

Editor: Kang Cep.