Kabid Dikdas Berjanji Prioritaskan Perbaikan SDN Dunguswiru II

LIMBANGAN, (GE).- Pasca robohnya salah satu ruang kelas SDN Dunguswiru II, Kecamatan Malangbong beberapa hari yang lalu, pihak pengelola sekolah berharap Pemkab Garut melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Garut memprioritaskan perbaikan lima ruang kelas yang salah satunya ambruk tersebut. Kondisi bangunan sekolah tersebut dinilai sudah tak layak huni.

“Saya harap perbaikan jangan dipaket, tapi anggaran khusus agar cepat. Saya dengar sebelumnya ada beberapa sekolah tahun ini yang akan diperbaiki, tapi SDN Dunguswiru II tak termasuk,” ungkap Halimah, S.Pd., yang merupakan Kepala Sekolah SDN Dunguswiru II.

Ambruknya satu ruang kelas menunjukkan betapa kondisi bangunan sudah tak layak belajar. Menurut Halimah, ambruknya ruang kelas I pada Rabu pekan lalu berdampak pada ruangan di sebelahnya.

“Sebagian atap ruang kelas di sebelah kelas yang ambruk, juga ikut berjatuhan,” keluhnya.

Pihak sekolah mencemaskan, kerusakan akan terus merembet ke ruang kelas lainnya. Oleh karena itu, pihaknya bekerja sama dengan pihak desa, kecamatan, dan koramil setempat untuk kerja bakti meratakan puing-puing kelas yang ambruk dan merobohkan satu kelas di sampingnya.

Halimah menjelaskan, jumlah siswanya sebanyak 159 orang, sedangkan guru sebanyak 8 orang. Dari tujuh ruang kelas, ungkap Halimah, ada empat ruang yang masih digunakan untuk belajar.

“Hanya ruang kelas V dan VI yang masih cukup layak belajar, sedangkan dua ruang kelas yang dipakai bersama oleh kelas I digabung kelas III serta kelas II digabung dengan kelas IV, kondisinya juga rusak berat.” Ungkapnya.

Ketika hujan deras atau angin kencang, Halimah terpaksa menghentikan kegiatan belajar-mengajar empat kelas yang berbagi dua ruang kelas tersebut. “Kalau hujan besar atau angin puting, saya suruh anak-anak keluar kelas karena tripleks beterbangan dan genting berjatuhan,” tuturnya.

Menurut Halimah, sebanyak 30 siswa kelas VI tengah bersiap menghadapi Ujian Nasional. Kesiapan mereka tidak terganggu langsung oleh kerusakan kelas karena belajar di ruang kelas yang masih layak.

Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Totong, berjanji, perbaikan SDN Dunguswiru II akan diprioritaskan karena itu sudah layak dan seharusnya untuk dibangun kembali. Untuk meningkatkan mutu belajar, siswa tentunya membutuhkan sarana dan prasarana yang representatif.

“Ya, akan kita proritaskan, agar siswa bisa belajar dengan aman, nyaman, dan bangunan yang ramah anak. Itu yang sedang kami dorong agar tercipta infrastruktur yang baik,” tandasnya. (Tim GE)***