Jembatan Terputus, Siswa dan Warga Garut Bertaruh Nyawa Lintasi Derasnya Sungai Cisarua

BUNGBULANG, (GE).– Jembatan Cisarua yang ambruk akibat sapuan banjir bandang telah memutus akses jalan penghubung Kecamatan Bungbulang menuju Kecamatan Mekarmukti. Pagi tadi, Kamis (10/11/2016),  sejumlah siswa dan warga terpaksa melintasi derasnya Sungai Cisarua agar bisa bersekolah dan menjalani aktivitas.

Salah seorang siswa, Dinan Aulia (12), mengaku memberanikan diri melintasi derasnya Sungai Cisarua agar bisa sampai ke sekolahnya. Ia mengaku khawatir saat arusnya tiba-tiba membesar. Padalnya arus air tak dapat diprediksi.

“Sebenarnya saya takut, tapi mau bagaimana lagi. Ini satu, satunya jalan menuju sekolah. Kalau pun ada harus memutar puluhan kilo meter,” ujarnya kepada “GE”, Kamis (10/11/2016), saat ditemui di lokasi kejadian.


Tak hanya kegiatan siswa yang terganggu, warga setempat pun turut kesulitan menjalankan aktivitasnya. Pasalnya jembatan Cisarua yang terletak di Kampung Cisarua, Desa Hanjuang, Kecamatan Bungbulang ini menjadi akses vital mereka.

Warga setempat, Heri (42),  mengaku saat jembatan roboh dan terbawa arus Sungai Cisarua dirinya baru pulang kerja. Kendaraan roda duanya tak bisa melintas. Jadi saat pulang sepeda motornya dititipkan di rumah warga yang ada di sebrang jembatan.

“Kemarin suasananya mencekam. Jembatan putus, air meluber di mana-mana,” kata Heri.

Heri berharap pemerintah bergerak cepat menanggulangi permasalahan ini. Pasalnya, bukan hanya jembatan namun banyak rumah warga dan lahan pertanian yang tersapu banjir bandang.

Sementara itu, Kepala Desa Hanjuang, Asep Rahayu Efendi mengatakan, banjir bandang yang terjadi kemarin Rabu (9/11/2016) telah memutus Jembatan Cisarua yang terletak di Kampung Cisarua, Desa Hanjuang, Kecamatan Bungbulang, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Selain itu, masih ada dua jembatan desa lainnya yang ikut terputus.

Tidak hanya jembatan, kata Asep, 4 irigasi dan 10 rumah warga ruskak berat. Berdasarkan data yang dimilikinya tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun aparat desa dibabtu BPBD saat ini sedang melakukan penyisiran.

Berdasarkan pantauan “GE” di lokasi kejadian pascabanjir bandang akses jalan Bungbulang ke Mekarmukti terputus total. Sementara akses jalan dari Cikajang ke Bubgbulang masih bisa dilalui meski banyak longsoran kecil. Akses jalan lainnya dari Bungbulang ke Rancabuaya masih bisa dilalui meski ada longsoran kecil. Bagi warga yang akan bepergian ke daerah Bungbulang dan sekitarnya direkomendasikan agar menggunakan kendaraan roda dua. Pasalnya banyak longsoran tanah.

Diberitakan sebelumnya, hujan deras di wilayah Garut Selatan mengakibatkan jembatan Cisarua terputus. Puluhan rumah terendam dan hektaran lahan pertanian disapu banjir bandang. Setidaknya ada lima sungai besar yang meluap di wilayah Garut Selatan. Sungai tersebut adalah, Sungai Cikandang di Mekarmukti, Sungai Cikaengan di Kecamatan Peundeuy, Sungai Cipalebuh di Pameungpeuk, SUngai Cipasarangan di Cikelet dan Sungai Cikawung di Kecamatan Bungbulang. (Idrus Adriawan)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI