Jelang Ramadhan, Pemkab Garut Musnahkan Ribuan Botol Miras

PEMKAB, (GE).- Lebih dari 5000 botol minuman keras dari berbagai merk dimusnahkan di halaman Kantor Bupati Garut, Jalan. Pembangun, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Jum’at pagi, (3/6/16). Minuman keras yang digilas dengan alat berat tersebut merupakan barang bukti dari razia yang dilakukan oleh pihak kepolisian Resort Garut selama tiga bulan terakhir.

Kapolres Garut, AKBP. Arif Budiman, mengatakan hingga kini minuman keras berbagai merk masih banyak beredar di Kabupaten Garut, sehingga perlu ditingkatkan penindakannya oleh berbagai pihak terkait. “Dengan adanya begini (hasil operasi minuman keras) masih ada, tapi kami dari awal terus laksanakan operasi,” tandasnya.

Ia menuturkan kepolisian sejak awal tahun 2016 sudah rutin melakukan operasi mencegah peredaran minuman keras masuk ke Garut. Ketika mendapat informasi peredaran minuman keras, kata Arif, jajarannya langsung melakukan penyitaan agar minuman tersebut tidak beredar. “Yang jelas pemerintah daerah sudah mengeluarkan perda agar kondusif,” katanya.
Pemusnahan barang bukti minuman keras di lingkungan Pemkab ini diakui Bupati Garut, Rudy Gunawan memang diluar kebiasaan. Menurutnya, hal ini dimaksudkan sebagai spirit untuk Satpol PP dalam pemberantasan miras dan tindakan kemaksiatan lainnya sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah (Perda).

“Peredaran miras ini kan merupakan bagian dari yang diatur dalam perda. Dalam perda nomor 16 tahun 2015 telah diatur bahwa di Garut tidak diperbolehkan beredar minuman beralkohol diatas 0%. Maka, kita akan tingkatkan upaya pemberantasan miras dan tindak kemaksiatan yang bertentangan dengan perda tersebut bersama dengan pihak kepolisian,” ujar Bupati.

Selama bulan Ramadhan ini, kata Bupati, aparatnya akan meningkatkan upaya penegakan perda kemaksiatan. “Kita akan bersama sama dengan Kepolisian melakukan penertiban. Karena kewenangan kita sebatas penegakan perda, yang sangsinya maksimal hanya tiga bulan. Sedangkan untuk pidana berat itu ranah kepolisian,” kata Bupati. (Slamet Timur).***