Jelang Ramadhan, Makam Sunan Haruman Ramai Didatangi Peziarah

Para peziarah tampak khusuk berdoa di kompleks pemakan Seikh Jafar Shiddiq, di Desa Cipareuan, Kecamatan Cibiuk, Kabupaten Garut, Jawa Barat./Nik Nik Agustini 'GE'

CIBIUK, (GE).- Menjelang tibanya bulan suci Ramadhan, ada tradisi yang hingga kini tampaknya masih dilakukan sebagian masyarakat. Tradisi atau bisa juga disebut ritual ini adalah berziarah ke makam keluarga atau makam seseorang yang ditokohkan.

Seperti halnya tahun-tahun sebelumnya, salah satu makam yang dipercaya sebagai tokoh penyebar agama Islam di Garut, yakni Syekh Jafar Siddik atau termasyhur dengan nama Sunan Haruman, di waktu waktu tertentu pekuburan Sunan Haruman ini kerap didatangi peziarah dari berbagai pelosok daerah.

Makam Sunan Haruman atau Seikh Jafar Sidik berlokasi di daerah utara kota Garut, tepatnya di Desa Cipareuan, Kecamatan Cibiuk, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Makam salah seorang tokoh yang dianggap wali ini khusus menjelang bulan Ramadhan selalu dipadati pengunjung.
Menurut bebrapa peziarah, rytual ziarah ke makam ini dilakukannya sebagai bentuk rasa terima kasih kepada tokok yang telah berjasa dalam penyebaran agama Islam.

“Ya, ini sebagai bentuk rasa terima kasih kita kepada tokoh yang telah berjasa menunjukan jalan kebenaran. Selain itu, dengan ziarah kubur ini pun kita bisa mengingat mati. Bahwa pada akhirnya semua orang akan mati dan kembali ke sang pencipta.” Tutur Wahyu Hidayat, salah seorang peziarah. Jumat (3/6/2016).

Mungkin karena dianggap berjasa besar dalam menyebarkan ajaran Islam, makam Seikh Ja’far Shiddiq atau dikenal juga dengan sebutan Mbah Wali Cibiuk ini tak pernah sepi dari para peziarah. Terlebih menjelang bulan Ramadhan seperti sekarang ini.

Dari pantauan ‘GE’ di kompleks pemakaman Seikh Jafar Sidik tampak ramai. Sejumlah bus yang membawa rombongan peziarah dari berbagai wilayah di jawa barat tampak memadati halaman parkir di sepanjang Jalan Raya Cibiuk. Para peziarah terlihat berbondong-bondong berjalan kaki meniti ratusan anak tangga menuju kompleks makam yang terletak di atas bukit Gunung Haruman.

Selain untuk berdoa, menurut mereka ziarah makam dilakukan sebagai rasa terima kasih kepada sang penyebar islam yang telah berjasa menunjukan jalan kebenaran selain itu fungsi ziarah kubur dalam islam untuk mengingatkan bahwa pada akhirnya semua orang akan mati dan kembali ke sang pencipta.

Menurut Solihin, salah seorang pengurus kompleks makam, Seikh Ja’far Shiddiq merupakan keturunan Seikh Eyang Abdul Jabar yang terkenal pernah melanglang tanah Sumatra untuk menyebarkan ajaran Islam Seikh Jafar Shiddiq hidup sezaman. Bahkan dikenal bersahabat baik dengan penyebar Islam dari daerah lainnya seperti Seikh Abdul Muhyi dari Tasikmalaya dan Seikh Maulana Mansyur dari Banten.

Solihin menjelaskan, kompleks pemakaman ini terdiri atas empat kompleks makam utama yang semuanya merupakan orang-orang dekat Seikh Jafar Shiddiq di sebelah timur terdapat Seikh Eyang Abdul Jabar yang merupakan orang tuanya. Di bagian tengah terdapat makam Seikh Ja’far Shiddiq, di bagian barat terdapat makam Nyimas Ayu Siti Fatimah yang merupakan anak Seikh Jafar. Sementara di paling ujung terdapat makam Mbah Muhammad Asyim, keempat kompleks makam utama tersebut dibatasi masing-masing oleh pagar bambu. (Ninik Agustini)***