Jelang Perayaan Tahun Baru, Polres Garut Bekuk Lima Tersangka Pengedar Narkotika

GARUT, (GE).- Jelang perayaan tahun baru 2017 jajaran Polres Garut bergerak cepat dalam rangka menciptakan keamanan. Salah satu yang menjadi perhatian peredaran narkotika.

Dalam menumpas peredaran narkotika ini, Polres Garut menggunakan jejaring masyarakat sebagai pemberi informasi. Kemudian, dengan sigap Polisi bergerak dan mengamankan para pengedar dan penhonsumsi narkotikan.

Rabu (14/12/2016) siang, jajaran Satuan Reserse Narkoba (Satnarkoba) Polres Garut berhasil mengamankan lima tersangka dalam kasus penyalahgunaan narkotika dan psikotropika. Selain lima tersangka, petugas juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti berupa ganja dan sejumlah tablet.


Kasat Narkoba Polres Garut, Ajun Komisaris Asep Darajat, menyebutkan penangkapan terhadap lima tersangka penyalahgunaan narkotika dan psikotropika itu berawal dari adanya laporan masyarakat. Pihaknya langsung bergerak cepat dalam menanggapi laporan tersebut dengan melakukan penyelidikan berdasarkan keterangan awal dari masyarakat terkait adanya penyalahgunaan narkotika dan psikotropika.

“Setelah melakukan penyelidikan dengan cukup bukti, maka kami lakukan penangkapan serta pemeriksaan terhadap para tersangka. Hasilnya, kami berhasil menemukan sejumlah barang bukti yang ada kaitannya dengan penyalahgunaan narkotika dan psikotropika,” ujar Asep, Rabu (14/12/2016).

Asep melanjutkan, kemungkinan jenis barang haram ini akan digunakan mereka pada perayaan tahun baru 2017. Sebagai antisipasinya jajaran Polres Garut akan terus melakukan penangkapan terhadap para pelaku pengedar narkotika sampai perayaan tahun baru nanti.

Dikatakan Asep, lima tersangka yang telah diamankan itu berasal dari empat kejadian perkara yaitu di Kecamatan Pameungpeuk, Tarogong Kidul, Karangpawitan, dan Kadungora. Mereka adalah SS, DA, SA, DR, dan AH. Kelima pelaku ditangkap antara bulan November hingga Desember 2016. Sedangkan barang bukti yang berhasil diamankan, tambah Asep, terdiri dari 18 tablet yang diduga psikotropika jenis merk Riklona, satu kemasan kosong tablet yang diduga psikotropika jenis merk Riklona, 6,5 tablet yang diduga psikotropika jenis merk Lexzepam, serta 120,73 gram diduga narkotika jenis dun ganja kering.

Tiga tersangka, yaitu SS, DA, dan AH dijerat dengan pasal 111 ayat (1) Subs pasal 114 ayat (1) tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara paling singkat empat tahun subsider penjara paling singkat lima tahun dan paling lama 20 tahun dan denda paling sedikit Rp 1 miliar. Sedangkan tersangka SA dan DR dijerat dengan pasal 62 Undang-undang RI Nomor 5 tahun 1997 tentang Psikotropika dengan anacaman penjara lima tahun dan denda paling banyak Rp 100 juta.

Lebih jauh Asep menerangkan, selama tahun 2016, ada 38 laporan yang ditangani Satnarkoba Polres Garut. Dari jumlah laporan sebanyak itu, ada 47 tersangka yang telah diamankan dengan perkara berupa penyalahgunaan ganja, sabu, obat-obatan, dan minuman keras.(Farhan SN)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI