Jelang Milad Fagar ke 12, Rakor Digelar di Gedung PGRI

SUASANA rapat koordinasi (rakor) Fagar di gedung PGRI Garut, Senin (25/12/17)/ foto: TAF/GE.

SAAT perayaan milad ke 12 Forum Aliansi Guru dan Karyawan Honorer (Fagar) Garut akan menggelar jalan santai Empat Pilar.  Kegiatan yang akan mengusung tema pendidikan itu diharapkan  dapat menarik simpati para calon kepala daerah di Pilkada Garut mendatang. Hal tersebut terungkap dalam rapat koordinasi (rakor) Fagar yang digelar di gedung PGRI Garut, Senin (25/12/17).

Ketua Panitia Milad Fagar ke -12 Ust. Makmul Arif, menyampaikan dalam rakor tersebut, bahwa pada Milad Fagar nanti tokoh nasional akan turut hadir termasuk  ketua MPR , mentri pendidikan serta staf khusus kepresidenan yang memang sahabat karib Makmul.

“Untuk menutup  agenda  kegiatan  Fagar nanti, kami ingin memberikan kesempatan pada para calon bupati Garut  untuk mempresentasikan program dan pandangannya terhadap dunia pendidikan,” katanya.


Ditegaskannya, meski demikian, pihaknya menolak untuk melakukan kontrak politik dengan para calon bupati. Ia memang tidak menampik  kedekatan Fagar selama ini dengan  bupati Garut petahana  telah banyak membantu perjuangan  Fagar. Bahkan untuk insentif Fagar  dirasakan ada kenaikan meski belum sesuai dengan janji bupati saat kompanye yakni 300.000/bulan.

“Untuk kontrak politi sepertinya tidak bisa. Karena tidak berjalan maksimal, untuk  calon bupati petahana juga  masih tersisa janjinya, salah satuya meberikan surat keputusan (SK) pengangkatan Honnorer sebagai  guru Honorer daerah ( Honda ) yang hingga saat ini  masih belum jelas,” ungkapnya.

Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Ketua PGRI Kabupaten Garut, H. Mahdar Suhendar  mengakui pihaknya  telah melakukan gebrakan untuk memperjuangkan  agar para guru honorer  segera mendapatkan SK bupati. “Perjuangan harus terus berlanjut, termasuk oleh para legislator,” kata Mahdar.

Hal senda disampaikan ketua DPP Fagar Garut, Cecep Kurniadi. Diakuinya perjuangan para legislator untuk para guru honorer di Senayan hingga saat ini masih dibahas di badan legislasi terkait pengangkatan honorer K2.

“Hingga saat ini terkait pengangkatan  honorer K2 tahun 2018 masih diperdebatkan di kalangan legislatif pusat. Terutama  persoalan usia yang  belum usai,” katanya.

Menurutnya, saat ini  untuk yang berusia di atas 35 sampai 40 tahun akan dijadikan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja melalui  seleksi tes tulis. Sementara  yang maksimal usia 33 tahun dapat mengikuti seleksi tes tulis calon pegawai negeri sipil.

“Namun tentu ini memberatkan para honorer, pasalnya khusus di Garut yang telah mengabdi puluhan tahun belum, bahkan tidak tersentuh. Karena itu pembahsan terkait pengangkatan K2  terus berlanjut,” tukasnya. (TAF Senopati) ***

Editor: Kang Cep

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI