Jelang Kompetisi Divisi Utama 2017, Anggaran untuk Tim Persigar Tak Jelas

GARUT, (GE).- Kabar tak sedap datang dari tim sepak bola kebanggan warga Garut Persigar, yang kini bersiap menghadapi kompetisi Divisi Utama PSSI yang rencananya mulai bergulir Maret tahun ini. Namun hingga kini manajemen Persigar belum mendapat kepastian anggaran dari Pemkab Garut. Karenanya Ketua Persigar, H. Dadang Jaohar Arifin terpaksa menawarkan mobil pribadinya untuk dijual.

Menurut Dadang, selama kepemimpinannya yang sudah hampir setahun, Persigar belum pernah mendapatkan kucuran dana dari APBD Garut. Padahal, katanya, tim yang masih dibawah level Divisi Utama maupun Liga Nusantara menurut aturan, masih dibolehkan mendapatkan kucuran dana dari APBD.

“Sampai saat ini kita belum pernah mendapatkan kucuran anggaran dari APBD untuk keberlangsungan tim Persigar, padahal sebelumnya selalu didanai APBD yang cukup besar dan itu secara aturan dibolehkan,” katanya, Ahad (08/01/ 2017).


Menurutnya, untuk mengarungi musim liga yang tinggal sekitar tiga bulan lagi. Pihaknya masih kesulitan mencari sponsor, padahal di Garut cukup banyak perusahaan besar, termasuk perusahaan asing yang memiliki dana CSR.

” Sampai pusing saya, apakah Pemda akan mengalokasikan anggaran untuk Persigar, atau bagaimana? Saya juga sudah menawarkan mobil saya untuk Persigar ini,” tukasnya.

Sementara itu, isue yang santer akan dilakukannya perbaikan lapangan Jayaraga oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) dengan anggaran Rp 3 miliar. Menanggapi hal tersebut, Dadang berharap dana tersebut sebaiknya dialokasikan untuk dana pembinaan Persigar. Sebab sejak dirinya memegang mandat sebagai Ketua Persigar, sudah langsung melakukan pembinaan dengan menyelenggarakan kompetisi dan merekrut pemain untuk skuat Persigar.

” Saya sudah mengeluarkan biaya cukup besar untuk pembinaan pemain. Bagimana saya itu balanja bola, kostim, melakukan latih tanding. Sampai terakhir kita lakukan latih tanding dengan T-Team dari malaysia,” ucapnya.

Sedangkan untuk renovasi Stadion Jayaraga, yang jadi base camp Persigar, pihaknya sudah mengajukan proposal ke Kementerian Pemuda dan Olahraga. Bahkan kata Dadang, belum lama ini staf Kemenpora sudah melihat langsung kondisi lapangan yang dulu pernah jadi kebanggaan masyarakat Garut itu.” Dari Kemenpora sudah datang ke sini (Garut-red.), Insya Alloh tidak lama lagi lelang, Maret, atau April sudah mulai dilaksanakan perbaikan,” ungkapnya.

Meski dirinya yakin Jayaraga akan segera direnovasi, namun Ia tak mau mengungkapkan besarnya anggaran dari Kemenpora tersebut. Dadang hanya menyebutkan kalau dananya jauh lebih besar dari yang tersedia di Dispora.” Pokonya belasan kali lipat dari yang ada di Dispora. Makanya yang di Dispora lebih baik untuk pembinaan pemain Persigar saja, kasihan para pemain,” tandasnya.

Dadang yang juga Kepala SMKN 1 Garut itu, mejelaskan, lapangan futsal yang ada di sekolahnya pun akan mendapatkan dana bantuan untuk perbaikan dan kelengkapan sarananya sekitar Rp 6 miliar. Untuk pengerjaannya sendiri, baik lapangan futsal di sekolahnya, maupun Lapang Jayaraga, akan dilaksanakan oleh Pemerintah Pusat.” Kita terima kunci saja, biar gak ribet,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dispora Garut, Kuswendi kepada kalangan wartawan,menjelaskan di Tahun 2017 ini ada anggaran Rp 6 miliar untuk perbaikan sarana olahraga. Dana sebesar itu akan dibagi-bagi, diantaranya, Rp 3 miliar untuk Lapangan Sepak Bola Jayaraga, Rp 1 miliar untuk Lapangan Merdeka Kherkof, Rp 500 juta untuk Lapangan Sepak Bola Inrahim Aji di Kecamatan Cikajang dan yang lainnya. (Jay).***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI