Jelang HUT RI, Saatnya Kampung Bendera Leles “Marema”

KEMASYHURAN Kecamatan Leles ternyata bukan hanya dari kue ‘Burayot’ dan Candi Cangkuang nya saja yang legendaris. Dari sektor usaha rumahan (home industry) Leles semakin dikenal saja dengan bisnis produksi bendera dan beragam atribut “Agustusan.”

Di Kecamatan Leles, warga di beberapa kampung sudah sekian puluh tahun menekuni usaha memproduksi bendera dan sejenisnya. Tak heran julukan Kampung Bendera disematkan warga untuk daerah tersebut.

Menjelang peringatan hari kemerdekaan RI, warga produsen bendera ini tengah sibuk-sibuknya menghadapi “marema.” Misalnya, Aji (40), salah seorang pengusaha bendera mengaku jika bulan Agustus ini menjadi berkah tersendiri bagi dirinya. Pemesanan bendera dan sejenisnya dipastikan meningkat.

Bendera hasil produksi para pebisnis konfeksi bendera ini tidak hanya dijual di pasar lokal. Pemasarannya bisa ke seluruh kawasan di Indonesia. “Dijualnya dari Sabang sampai Merauke. Sudah terkenal Leles itu tempatnya bikin bendera,” tutur Aji yang dijumpai di rumah produksinya di Kampung Pangkurisan, RW. 2, Desa Salamnunggal, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Selasa (9/8/2016).

Dengan kemajuan teknologi, Aji menjual bendera hasil produksinya melalui dunia maya. Ia tak perlu pusing memikirkan pemasarannya.

“Pesanan bendera tahun ini saja meningkat sampai 90 persen dibanding tahun lalu. Soalnya banyak yang pesan online. Jadi lebih gampang jualannya,” ucapnya.

Selain menjual dengan partai besar, banyak warga di Leles yang langsung menjual produknya ke berbagai daerah. Bahkan 80 persen warga di Leles menjadi perajin bendera menjelang hari kemerdekaan.

“Selain di Desa Salamnunggal, ada juga di Desa Cangkuang, Sukarame, dan Leles. Keempat desa itu bikinnya partai besar semua. Tapi dihampir tiap rumah jadi perajin kecil,” katanya.

Dijelaskannya, pesanan bendera merah putih ini mulai ramai sejak bulan Mei. Pesanan pun bisa sampai ribuan kodi. Saat ramai seperti saat ini, Aji mengaku bisa meraup keuntungan bersih Rp 1 juta per harinya.

Bendera merah putih yang diproduksi Aji, dibuat dengan berbagai ukuran, mulai dari ukuran 90 cm – 180 cm. Harganya pun sangat terjangka dari Rp 8 ribu untuk ukuran paling kecil sampai Rp 20 ribu untuk ukuran paling besar.

“Selain bendera biasa, kami juga membuat umbul-umbul, background. Pokoknya yang berhubungan dengan bendera Indonesia kami buat,” ujarnya.

Dengan jumlah karyawan mencapai 50 orang, diakui Aji masih sangat kesulitan dalam memenuhi permintaan. Permasalahan utamanya yakni dalam permodalan. Pemerintah Garut pun tak memberi perhatian kepada para perajin. Padahal Leles merupakan sentra produksi bendera.

“Minimal ada bantuan kemudahan dalam mengajukan modal ke bank. Kalau tidak beri bantuan mesin kepada kami. Selama ini kan kami dibiarkan saja,” ucapnya. (Tim GE)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI

Komentar

BAGIKAN