Jaga Kelestarian Alam, FORKOPIM-PGRI Cikelet Gelar Pasanggiri Kawih Cikaracak

Camat Cikelet, Drs. Iwan Trisnadiwan, MH didampingi Ketua PGRI Cikelet, Dadang Sutaryat, M.Pd bersama Juara Pasanggiri Kawih Cikaracak 2018 Juara Pasanggiri Kawih Cikaracak. Kategori SD/MI, Juara 1. Najahra Najulia (SDN 4 Cijambe) Juara 2. Pramesti (SDN 1 Kertamukti) Juara 3. Bias Nursakti (SDN Cijambe 3), II. Kategori SMP/MTs , Juara 1. Nazia (SMPN 1 Cikelet) Juara 2. Erni (SMPN 3 Cikelet) III. Kategori SMA/Sederajat , Juara 1. Rizki (SMK Muhammadiyah Cikelet)/ foto: Roy/GE.

GARUT, (GE).- Upaya pendekatan melalui seni dan budaya Sunda kepada khalayak agar selalu siaga menjaga kelestarian alam yang dilakukan Camat Cikelet, Drs. Iwan Trisnadiwan, MH melalui kawih Cikaracak yang digagasnya itu patut diacungi jempol.

Puncaknya, Rabu (11/4/18) lalu di Gedung PGRI Cikelet, bekerjasama dengan Forum Komunikasi Pimpinan (FORKOPIM) Kecamatan dan PGRI Cikelet sukses menggelar Pasanggiri Kawih Cikaracak antar SD, SMP, SMA dan sederajat.

Sedikitnya ada 62 orang peserta pasanggiri yang wajib melantunkan kawih Cikaracak ciptaan guru SDN Cijambe 4, Asep Sopandi, S.Pd dan aransemen digarap apik oleh Aco Ahfar.


Sebelumya kawih Cikaracak dipopulerkan siswi kelas 8 SMPN 1 Cikelet lewat jejaring youtube, Nurani Elhaq. Selain mendorong tumbuh kembangnya prestasi siswa bidang seni suara, sesuai syair lirik lagu Cikaracak ini diharapkan bisa menggugah semua pihak untuk selalu menjaga kelestarian alam.

“Kawih Cikaracak sarat pesan moral agar siapa pun tidak merusak hutan, sungai, laut dan gunung,” ujar Iwan Trisnadiwan, yang tak lain Camat Cikelet.

Beberapa kalangan mengapresiasi kegiatan yang diwarnai penganugrahan penghargaan kepada pengisi klip video Cikaracak dan para seniman, budayawan Cikelet serta diawali dengan pagelaran Seni Rampak Lisung dari Sanggar Gagak Rancang pimpinan Camat Cikelet, Iwan Trisnadiwan.

Sementara itu, dari Disparbud Kabupaten Garut yang diwakili Sekretarisnya, Drs. Ade Hendarsah menyatakan kekagumannya atas gelaran tersebut. Pihaknya menyatakan kebanggaannya terhadap upaya pelestarian seni budaya Sunda. Terlebih pasanggiri ini bisa berdampak positif pada upaya pelestarian lingkungan alam.

” Peserta hendaknya tidak hanya mengejar gelar juara. Ini momentum yang sangat tepat untuk melatih talenta. Juara itu ada batasnya, dengan berani tampil saja itu sudah luar biasa,” katanya.

Ketua PGRI Kecamatan Cikelet, Dadang Sutaryat, M.Pd tak ketinggalan menyampaikan apresiasinya. Ia memuji kepala sekolah dan guru penuh semangat menggembleng siswa siswi untuk selalu eksis.

“Antusiasme peserta pasanggiri yang membludak merupakan bukti kinerja luar biasa dari guru pembimbing,” kata Dadang. (Roy)***

Editor: Kang Cep.

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI