Jadi Tuan Rumah Medifes 2018, SMKN 1 Garut Borong Empat Penghargaan

Garut, (GE).- SMKN 1 Garut memborong empat penghargaan dalam ajang Media Festival (Medifes) 2018 se Jawa Barat. Penghargaan yang berhasil dibawa pulang SMKN 1 Garut adalah juara 1 sapai juara 3 untuk kategori foto.

Sementara untuk kategori video berhasil membawa pulang penghargaan sebagai juara ke dua. Juara pertamanya dibawa oleh perwakilan siswa dari Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Cimahi.

Perwakilan dari SMKN 1 Cimahi tersebut meraih gelar juara 1 untuk kategori pembuatan film setelah film dokumenter hasil karyanya berjudul “Perang Tomat” dinyatakan sebagai film dokumenter terbaik versi penilaian dewan juri. Sedangkan untuk juara 2 diraih siswa perwakilan dari SMKN 1 Garut dengan karya film dokumenter berjudul “Adu Domba” dan jauar 3 diraih perwakilan siswa SMKN 2 Garut dengan judul film dokumenter “Candi Cangkuang”.

Kepala SMKN 1 Garut selaku penyelenggara kegiatan Media Festival 2018, Dadang Johar Arifin, menyebutkan semula tak menyangka jika kegiatan ini akan mendapatkan sambutan antusias dari para siswa. Padahal pihaknya hanya diberi waktu untuk mempersiapkan kegiatan hanya satu minggu akan tetapi jumlah peserta bisa mencapai 167 siswa SMK yang tersebar di 15 kabupaten/kota di Jawa Barat.

Karena melihat antusias siswa yang begitu tinggi, dikatakan Dadang pihaknya sudah merencanakan kegiatan ini akan dijadikan agenda tahunan. Namun untuk tahun depan, kegiatan ini akan dilaksanakan dengan tema sumpah pemuda sehingga akan diselenggaran tepat 10 November.

Dadang berharap, selain bisa menjadi ajang mempererat tali silaturahmi antar pelajar SMK, kegiatan ini juga bisa menggali potensi anak didik SMK supaya benar-benar “multi talent”. Siswa tidak hanya harus mengusai bidang keterampilan, olah raga, dan seni budaya tapi juga harus memiliki karakter yang sangat baik dan memiliki “skill” yang mumpuni di dunia kerja.

Diterangkannya, kegiatan ini diselenggarakan atas kerjasama dengan Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan Subid Pembelajaran. Adapun konten dalam kegiatan ini yakni seni yang dipadukan ke dalam karakter pembelajaran sekolah yang diharapkan bisa mencegah anak didik mempunyai kegiatan negatif di luar sekolah.

“Kami berpendapat sekolah lebih baik mengadopsi keinginan anak dimana sekarang era digital  dimana media seperti youtube, google yang menampilkan film-film berduarasi pendek sangat menarik perhatian anak-anak. Hal ini ada baiknya kita manfaatkan dengan cara memberikan pelajaran pembuatan film berdurasi pendek dan ternyata di sekolah kami ini disambut antusias siswa,” katanya.

Apa lagi menurut Dadang, pembelajaran dasar-dasar pembuatan film bagi siswa kini ditunjang dengan adanya jurusan multi media yang erat kaitannya. Bahkan bukan hanya pembelajaran dasar-dasar pembuatan film berdurasi pendek, siswa juga bisa diajarkan dasar-dasar pembuatan film berdurasi panjang.

Dadang juga mengaku bangga dengan prestasi yang diraih siswanya dalam yang mampu masuk menjadi nominasi “Malioboro Award” yang digelar di Jogjakarta, akhir pekan ini. Besok, perwakilan siswanya akan berangkat ke Jogjakarta sebagai utusan dari Garut.

Sementara itu Ketua Panitia Media Festival 2018, Muhammad Bakti Rizaldi, menjelaskan juri dalam kegiatan ini berasal dari kalangan profesional di bidang perfilman. Selain dari Nusa Edu bandung dan Pedia Multimedia, juga ada kalangan profesional perfilman dari Garut.

“Penilaian yang ditonjolkan dalam ajang ini, untuk film antara lain keterkaitan antara cerita dengan tema. Sedangkan untuk lomba poto, penilaian lebih kepada artistik dan penguasaan bidang potografi serta keterkaitan dengan tema.

Untuk lomba foto, perwakilan siswa SMKN 1 Garut berhasil memborong juara 1 sampai 3. Bakti berharap ajang yang sama tahun depan bisa berlangsung lebih meriah dan banyak pesertanya.(MHI)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI