Isu Beras Oplosan, Masyarakat dan Pedagang Diminta Waspada

TARKID, (GE).-  Menyusul beredarnya isu ditemukannya beras oplosan di Kota Tangerang, yang diduga telah beredar pula ke wilayah Jabodetabek dan wilayah lainnya, Pemerintah Kabupaten Garut, melalui Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pasar (Disperindagpas) hendaknya segera melakukan pemantauan di lapangan.

Pasalnya, isu ini telah membuat resah sejumlah pedagang di beberapa pasar di Kabupaten Garut. Tak hanya pedagang melainkan para konsumen pun sama merasakan hal itu.

“Kemarin ada langganan yang belanja beras ke sini, 15 kg. Tak seperti biasanya, sebelum membeli dia meneliti dulu beras yang kami jual. Karena penasaran, saya tanya dia, dan dia jawab, katanya takut berasnya oplosan” kata Wawan (55) salah seorang pedagang beras.

Menurut Wawan, memang para pedagang juga merasa khawatir dengan adanya kasus beras oplosan tersebut. Karena jika beras oplosan itu masuk ke wilayah Garut, tentunya yang akan dirugikan bukan hanya pembeli tapi juga pedagang.

Oleh karena itu, para pedagang mengharapkan  adanya perhatian dari Pemerintah terutama Disperindagpas atau petugas di UPTD Pasar agar selalu turun ke lapangan mengadakan sidak.

Sementara itu, Kepala UPTD, H. Dayat didampingi Kasubag TU Pasar Guntur Ciawitali, H. Achmad Wahyudin mengatakan, sampai saat ini belum ada laporan atau ditemukan terkait beras oplosan tersebut di Kabupaten Garut.

Namun begitu, melihat maraknya beredarnya beras oplosan tersebut, tentunya pihak UPTD meningkatkan kewaspadaanya. “Selain itu, kami juga meminta kepada pedagang dan konsumen harus tetap meningkatkan kehati-hatian dan selalu waspada. Kita lebih hati-hati saja, kalau ada temuan yang aneh, kita coba cek. biar gak kecolongan.” katanya.

Dayat maupun Achmad memastikan, beras oplosan tersebut kecil kemungkinan akan beradar di Garut. Karena beras yang beredar di Garut sebagian besar dari wilayah garut sendiri. “Kalau pun ada dari luar, itu pun dari wilayah Jawa Tengah. Namun begitu kami tetap saja waspada, karena yang namanya kejahatan itu akan terjadi dimana-mana,” ujar Ahmad. (Slamet Timur)***