Islam Rahmatan Lil a‘alamin

Oleh Rida Nurfarida, S.E.

Berbagai polemik yang terjadi di negeri ini termasuk di negeri-negeri kaum Muslim lainnya menjadi bukti tidak ada lagi jaminan ketentramaan, keamanan dan kesejahteraan bagi kaum Muslim dan umat manusia lainnya. Hal ini terjadi karena Islam sebagai agama yang ideologis yang mampu menjadi problem solving bagi seluruh permasalahan manusia telah dicampakan.

Manusia hari ini, masih menerapkan ideologi kapitalisme sebagai sistem kehidupan yang justru menjadi biang keladi kesengsaraan bagi seluruh umat. Sistem kapitalisme menyeret pola pikir dan pola sikap manusia k earah materialisme akibatnya materi menjadi tujuan bagi kehidupan yang menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan, hal itu menjadikan manusia gelap akan benar dan salah, sehingga kapitalisme patut untuk ditinggalkan dan dicampakan untuk diganti dengan sistem yang mulia yaitu Islam.

Islam adalah agama yang mulia dan memuliakan manusia. Penerapan Islam secara kaffah dalam institusi khilafah adalah solusi atas semua permasalahan. Khilafah adalah kepemimpinan umum bagi seluruh kaum Muslim di dunia untuk menegakan hukum syariah dan mengemban dakwah ke seluruh dunia.

Keberadaan khilafah akan menjamin perwujudan rahmat bagi seluruh alam (rahmatan li’ A’lamin ), pasalnya penerapan syariah secara kaffah oleh khilafah akan mewujudkan kebaikan bagi semua, baik Muslim ataupun non Muslim. Tentu karena risalah Islam diturunkan untuk semua manusia yang akan memberikan perlindungan terhadap agama, akal, harta, jiwa, keturunan dan keamanan serta akan menjamin mewujudkan keadilan dan kesejahteraan. Muslim dan non-Muslim akan merasakan kebahagiaan.

Fakta sejarah, peradaban Islam menjadi bukti nyata kemampuan Islam untuk memberikan kerahmatannya. Sejarahwan terkemuka,Will Durant dalam Story of Civilization (vol XIII) mengakui: “Para khalifah telah memberikan keamanan kepada manusia hingga batas yang luar biasa besarnya bagi kehidupan dan kerja keras mereka. Para khilafah itu juga telah menyediakan berbagai peluang untuk siapapun yang memerlukannya dan memberikan kesejahteraan selama berabad-abad dalam wilayah yang sangat luas. Fenomena seperti itu belum pernah tercatat (dalam sejarah) setelah zaman mereka. Kegigihan dan kerja keras mereka menjadikan pendidikan tersebar luas sehingga berbagai ilmu,sastera, filsafat dan seni mengalami kemajuan luar biasa, menjadikan asia barat sebagai bagian dunia yang paling maju peradabannya selama lima abad”.

Maka dari itu, tidak ada yang perlu ditakutkan dari syariah dan khilafah, keduanya merupakan bagian dari ajaran islam yang akan membawa kebaikan. Keduanya adalah obat yang akan menyembuhkan sakit parah yang sudah lama kita derita. Oleh karena itu, peran kaum muslim didunia wajib menegakan khilafah tanpa kecuali. Hal ini pun telah disepakati oleh para ulama seluruh mazhab.

Orang yang mampu secara langsung menunaikan fardhu kifayah menegakan khilafah ar-Rasyidah adalah para pemilik kekuatan, para pemegang kekuasaan,orang yang memiliki akses ke kekuasaan dan ahlul quwwah, selain mereka umat islam umum lainnya tidak bisa terlepas pada fardu kifayah ini menebarkan opini umum tentang kewajiban penerapan syariah dan penegakan khilafah. Mari bersama-sama barjuang dengan sungguh-sungguh dan istiqamah untuk tegaknya kembali Khilafah ar-Rasyidah. (*)

Penulis adalah aktivis MHTI, Tinggal di Cimaragas 102 B, Cilawu, Garut.