Insentif Terancam Ditunda, Ribuan Guru Honorer Ancam Duduki Pemkab Garut

KOTA, (GE).- Sejumlah guru honorer mengaku berang dengan kebijakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut yang akan menunda insentif mereka. Saat ini, keuangan Pemkab Garut devisit gara-gara Dana Alokasi Umum (DAU) dari pemerintah pusat ditangguhkan hingga empat bulan ke depan.

“Ini kabar buruk bagi kami. Masa insentif kami yang hanya Rp 100 ribu mau ditangguhkan hanya untuk menutupi kekurang gaji PNS,” kata Sekjen DPP Fagar Sukwan Garut, Makmul Arief, Selasa (30/8/2016).

Makmul menilai jika benar kebijakan ini dilakukan, ia menilai hati nurani pemerintah sudah tak ada. Ia berharap DPRD sebagai wakil rakyat jangan tinggal diam melihat kezholiman yang dilakukan oleh pemerintah.

Makmul mengaku, insentif dari pemerintah ini sangat dinanti oleh para guru honorer. Meski nominalnya kecil, namun tentunya bisa menyambung kebutuhan hidup mereka.

“Coba bandingkan, gaji PNS itu bisa sampai Rp 4 juta tiap bulannya. Sedangkan guru honorer hanya Rp 300 ribu ditambah insentif yang dibayarkan tiap semester,” ujarnya, saat ditemui di Kantor DPP Fagar Sukwan, Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul.

Masih menurut Makmul, pembayaran insentif untuk Bulan Juli, Agustus dan September masih belum dicairkan. Jika wacana ini benar-benar dilaksanakan, tentunya harus lama lagi para guru honorer menunggunya.

Berdasarkan data yang dimiliki Fagar Sukwan Garut, seluruhnya guru honorer yang ada di Garut berjumlah 13 ribu. Namun yang mendapatkan insentif hanya 7 ribu orang.

Ia berjanji, dalam waktu dekat DPP Fagar Sukwan Garut akan menghadap Bupati dan Sekda. Tujuannya untuk mengklarifikasi pemberitaan ini. Jika memang ini sudah menjadi kebijakan Pemkab Garut, dengan sekuat tenaga DPP Fagar Sukwan akan memperjuangkan hak para guru honorer.

“Jangan salahkan kami jika 13 ribu guru honorer akan turun ke jalan menuntut hak insentif. Masa kebijakan pemerintah mengorbankan rakyat berpenghasilan kecil ketimbang PNS yang sudah mapan,” pungkasnya.

Sementara itu, salah seorang guru honorer, Tototh A Fathah, mengaku akan mendukung langkah yang akan diambil DPP Fagar Sukwan. Bahkan jika harus turun ke jalan untuk berunjuk rasa ia siap.

“Ini hak kami, meski nominalnya kecil di mata Pemkab Garut. Namun sangat berarti bagi kami guru honorer,” kata Totoh penuh iba.

Dikemanakan nurani pejabat Pemkab Garut, kata Totoh, sampai harus mengorbankan rakyat berpenghasil kecil. Apakah tidak ada cara lain lagi selain menunda insentif guru honorer.

“Padahal saya baca di media massa, miliaran rupiah dana Pemkab Garut di depositokan di Bank. Kenapa tidak ditarik aja dulu dana itu. Bukan malah menunda insentif guru honorer,” ketusnya. Farhan SN***