Ini Kisah Pedagang Kerajinan Bambu Khas Selaawi Beromzet Belasan Juta Per Hari

Empat, salah seorang pedagang kerajinan bambu khas Selaawi, saat menjajakan dagangan di tokonya, kawasan Selaawi, Garut, Minggu (24/09/17)/ foto: Useu G Ramdhani/GE.***

GARUT,(GE).- Seiring berjalannya waktu, Kawasan Kecamatan Selaawi, Kabupaten Garut makin termsyhur saja. Kemasyhuran Selaawi ini tidak terlepas dari denyut perekonomian warganya yang menekuni kerjadinan khas berbahan baku bambu. Hingga saat ini kerajinan bambu khas Selaawi Garut kerap jadi buruan pengunjung dari berbagai daerah.

Setiap harinya, beberapa warga Selaawi memproduksi berbagai kerjaninan tangan (handy craft) semisal bakul, nampan dan bentuk kreasi lainnya. Hampir semua produk kerajinan sejauh ini cukup laris manis di pasaran.

Salah seorang warga yang sengaja jauh-jauh datang ke Selaawi, Kartika (45) mengaku penasaran ingin memiliki kerajinan bambu khas Selaawi. Saat menyambangi kawasan Selaawi, Kartika memborong beberapa hasil kerajinan bambu di salah satu toko kerajinan di Selaawi.


“Kerajinan bambu khas Selaawi ini memang sudah saya denger jauh-jauh hari. Makanya saya sengaja datang ke sini. Walaupun cuma beberapa buah saja yang saya beli, tapi sekarang kan bisa nambah koleksi perkakas di rumah saya. Apalagi kerajinan bambu dari Selaawi ini kan sudah sangat terkenal, jadi saya bangga bisa membelinya” tutur Kartika, seraya memperlihatkan barang yang di beliannya, Minggu (24/09/2017).

Sementara itu, pemilik toko kerajinan bambu Selaawi, Empat (55) mengaku, setiap harinya ia selalu melayani pembeli yang datang dari berbagai daerah. Dalam sehari ia bisa mendapatkan omzet jutaan rupiah. Bahkan, saat hari libur omzetnya bisa mencapai belasan juta rupiah.

“Alhamdulillah, omzetnya kalau lagi rame dan musim liburan omzetnya bisa mencapai belasan juta rupiah,” katanya.

Menurut Empat, usaha kerajinan bambu khas Selaawi yang digelutinya tersebut merupakan usaha turun temurun dari kakek buyutnya. Sampai saat ini mungkin sudah puluhan bahkan ratusan tahun keluarganya berpropesi sebagai penjual kerajinan bambu Selaawi.

Barang dagangannya sendiri ia mendapatkan pasokan dari para pengrajin yang tersebar di beberapa desa di Selaawi. Disamping dijual eceran, setiap bulannya toko milik Empat yang beralamat di Jalan Selaawi sekitar Kantor Kecamatan itu, biasa memasok berang ke berbagai wilayah Kabupaten dan kota. Seperti Sumedang, Purwakarta, Cirebon dan beberapa daerah lainnya.

Menurutnya, jika bulan-bulan biasa, ia bisa mendapatkan omzet Rp 14.000.000 per hari yang ia dapat dari para langganannya di luar kabupaten. Namun, di saat menjelang hari-hari tertentu seperti lebaran, pesanan sangatlah banyak, sampai-sampai dirinya tidak bisa memenuhi orderan.

“Ya kalau lagi ramemah, saya bisa menyuplai pesanan dengan nilai uang Rp 40.000.000 per bulannya. Harga untuk satu jenis kerajinan muali harga termurah Rp 5000 rupiah hingga yang termahal Rp 80.000 untuk satu jenis barang,” pungkasnya. (Useu G ramdani)***

Editor: Kang Cep.

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI