Ini Kata Kadisdukcapil Garut Terkait Pelayanan Pembuatan E-KTP

Rina Siti Syabariah, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Kadisdukcapil) Kabupaten Garut./ foto: Ilhjam Amir/GE.***

GARUT, (GE).- Sejak Rina Siti Syabariah menjabat sebagai Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Kadisdukcapil) Kabupaten Garut pada awal Mei 2017, Ia langsung berjuang dan terus mencari solusi. Kadisdukcapil berupaya mengantisipasi membeludaknya pemohon E-KTP ke Kantor Disdukcapil.

Salahsatu solusi untuk mempermudah pembuatan E-KTP, Rina membuat beberapa trik, di antaranaya memperbaiki dan mengganti alat perekaman E-KTP yang rusak, meluncurkan mobil pelayanan keliling, perbaikan alat cetak, serta pengadaan mesin cetak E-KTP yang dupusatkan di setiap kantor Kecamatan.

Rina menjelaskan, sebagai instansi pelaksana, Disdukcapil Garut memiki jangkauan yang cukup luas, yakni 42 Kecamatan di Kabupaten Garut. Sementara alat printer E-KTP di Disdukcapil masih terbatas.


“Untuk itu saya berpikir bagaimana caranya untuk mempermudah pelayanan masyarakat sebagai pemohon E-KTP yang membeludak antri di halaman Kantor Disdukcapil,” kata Rina.

Diungkapkannya, sejak awal Mei 2017, dirinya ditugaskan menjadi Kadisdukcapil, selama 4 bulan, ia mengawalinya dengan memperbaiki, serta mengganti alat perekaman E-KTP yang rusak.

Sayangnya, ungkap Rina, meskipun alat perekam telah berfungsi normal, masih terkendala dengan jaringan dari pusat internet. Maka pembikinan E-KTP pun menjadi terkendala.

“Apalagi alat cetak E-KTP di Disdukcapil, sewaktu saya bertugas, hanya memiliki 8 printer. Kedelapan printer tersebut, ternyata 4 printer masih berfungsi, 1 printer ruksak, dan 3 printer menjadi barang rongsokan,” ungkapnya.

Ditambahkannya, blanko E-KTP di Disdukcapil lagi kosong. Karena saat itu di pusat lagi ada permasalahan, sehingga ke daerah tidak ada pendistribusian blangko E-KTP. Terpaksa diantisipasi dengan Surat Keterangan KTP (Suket KTP).

Untuk mengantisipasi beberapa hal tersebut, Kadisdukcapil menyediakan mobil pelayanan E- KTP dengan dilengkapi dengan 2 mesin cetak. Dalam pelayanannya mobil keliling layanan E-KTP dijadwal di tiap kecamatan masing-masing  2 hari masa kerja.

“Ternyata di setiap kecamatan yang banyak pemohon E-KTP telah bertumpuk 4-5 ribu berkas para pemohon E-KTP. Sehingga mobil pelayanan Disdukcapil yang dilengkapi 2 alat cetak untuk membikin E-KTP dengan limit waktu dua hari, malah kewalahan untuk menyelesaikannya,” ungkapnya.

Menurut Rina, meskipun mobil pelayanan itu sudah menjelahi di 42 kecamatan, masih saja banyak warga pemohon KTP elektronik yang belum sempat terlayani.

Sehubungan dengan mobil pelayanan masih banyak yang belum terlayani, akhirnya Kepala Disdukcapil itu, memohon bantuan kepada Asda 1 Pemkab Garut untuk memfasilitasi alat cetak E-KTP yang dipusatkan di setiap kantor kecamatan supaya memperlancar pelayanan, pembikinan pencetakan E-KTP, Suket, maupun Kartu Keluarga (KK).

“Tak lama kemudian, Pjs Bupati Garut memanggil saya untuk mebicarakan solusi pelayanan E-KTP agar berjalan lancar. Waktu itu saya mengutarakan, bahwa Disdukcapil hanya memiliki 8 printer untuk melayani masyarakat pemohon E-KTP,” ujar Rina.

Oleh karena itu, lanjutnya, mohon dianggarkan untuk melayani 42 kecamatan, supaya pelayanan pembikinan E-KTP berjalan lancar jangan sampai para pemohon ngantri, berjubel hingga ke halaman Kantor Disdukcapil.

“Namun ending dari pertemuan itu, untuk sementara waktu saya usulkan 10 alat cetak E-KTP untuk disimpan di wilayah kantor kecamatan yang banyak pemohon pembikinan E-KTP, namun posisinya strategis bisa menjakau untuk melayani pemohon dari kecamatan terdekat,” kata Rina.

Alhamdulillah, ucapnya, sebelum Pilkada pada awal Januari tahun 2018 ini, sebanyak 10 unit alat cetak telah terealisasi. Sebagai sample awal kita ambil desa yang terbanyak, penduduknya padat, banyak pemohon E-KTP, diantaranya Wilayah Kecamatan Malangbong yang terdiri dari 24 desa, dan Kecamatan Garut Kota.

Sedangkan alat cetak KTP elektronik yang lainnya, kata Rina, kita simpan di kantor kecamatan yang letaknya strategis, namun harus bisa mem-back up kecamatan yang terdekat, seperti Kecamatan Cibatu harus bisa melayani para pemohon E-KTP dari Kecamatan Karangtengah, Sukawening, dan Pangatikan.

Begitupun, lanjutnya, seperti Kecamatan Tarogong Kaler harus bisa melayani pemohon dari Kecamatan Banyuresmi, dan Kecamatan Tarogong Kidul harus bisa mem-back up Kecamatan Samarang, kemudian Kecamatan Bayongbong harus bisa melayani para pemohon E-KTP dari wilayah Kecamatan Cigedug.

“Intinya, bagi kecamatan yang telah ada alat cetak E-KTP, dianjurkan untuk melayani kecamatan-kecamatan lainnya, sebagaimana yang telah diproyeksikan oleh Disdukcapil,” katanya.

Berdasarkan data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Garut, hingga saat ini, dari 42 Kecamatan di Kabupaten Garut, baru 16 mesin cetak E-KTP yang disimpan di kecamatan tertentu, diantaranya di Kecamatan Malangbong, Limbangan, Cibatu, Wanaraja, Karangpawitan, Garut Kota, Tarogong Kidul, Tarogong Kaler, dan Bayongbong.

Menurut Rina, dengan adanya pemeliharaan alat perekam E-KTP, mobil pelayanan Disdukcapil, serta penambahan alat cetak E-KTP, sampai saat ini pihak Disdukcapil sudah mencetak lebih dari 1,5 juta E-KTP.

Kini berkat adanya kerja keras perjuangan Kadisdukcapil dalam mencari solusi untuk mempermudah dan memperlancar membeludaknya para pemohon E-KTP di Disdukcapil dari 42 kecamatan, selain suasana di halaman Disdukcapil tak ada lagi pemandangan antrian panjang para pemohon E-KTP yang berdesakan, juga terciptanya pelayanan yang efesien sekali bagi masyarakat untuk membuat E-KTP. (Ilham Amir)***

Editor: ER.
.

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI