Indikasi Korupsi, Kadispora dan Bawahannya Mondar Mandir Dipanggil Polisi

GARUT, (GE).- Seperti api dalam sekam, kasus korupsi di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Garut perlahan mulai mengemuka. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Kuswendi dan pejabat setingkat kepala bidang dan kasi mondar mandir penuhi panggilan polisi.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun “GE” Dispora Garut tersandung kasus korupsi dalam pengerjaan proyek sarana olahraga (SOR) Ciateul yang kasusnya ditangani oleh Polres Garut. Selain itu, Dispora juga tersandung kasus korupsi Lapang Jayaraga dan Bumi Perkemahan Citiis yang saat ini kasusnya ditangani oleh Polda Jawa Barat. Selain itu, belakangan ini muncul lagi kasus korupsi dalam penyelenggaraan kegiatan kirab obor api Asian Games.

Dalam kasus bumi perkemahan di blok Citiis, tidak hanya kepala dinas Dispora dan bawahannya, pejabat di dinas lain pun turut dipanggil Polda Jabar. Para pihak yang diperiksa Polda Jabar antara lain, Kepala Desa Pasawahan, Kecamatan Tarogong Kaler, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Garut, BKSDA Wilayah V, pihak Dinas PUPR, Dinas Lingkungan Hidup Keberesihan dan Pertamanan (DLHKP), sampai dengan pihak Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (DPMPT).

Sementara dalam kasus SOR Ciateul, Kadispora dan sejumlah pejabat di dinas itu sudah dipanggil Polres Garut. Bahkan Kamis 4 Oktober 2018, Kadispora Garut nampak ke luar dari ruang pemeriksaat Satreskrim Polres Garut. Namun saat dimintai keterangan ia begegas begitu saja. Bahkan saat dihubungi melalui pesan WhantsApp ia malah mengajak bertemu.

“Saena mah pendak hela weh,” kata Kuswendi dalam pesannya.

Kajari Garut, Azwar, S.H., mengaku, sempat memeriksa sejumlah saksi setelah mendapat laporan adanya penyelewengan anggaran pembangunan SOR. Namun, penyelidikan proyek pembangunan SOR yang dilakukan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) tersebut terpaksa dihentikan.

“Sekarang sudah tidak ditangani. Kami sempat memeriksa saksi-saksi. Tapi penanganan sudah lebih dahulu dilakukan Polres Garut,” ujar Kepala Kejari Garut, Azwar, Minggu (23/9).

Azwar menyebut pihaknya tak akan segan menindak segala jenis penyelewengan pada pengerjaan proyek yang menimbulkan kerugian keuangan negara. Kejaksaan akan mengawasi secara ketat.

Sementara itu, Kapolres Garut, AKBP Budi Satria Wiguna, mengaku jika kasus pembangunan SOR Ciateul ditangani oleh Polda Jawa Barat.

“Sama Polda itu (penyelidikan SOR Ciateul). Jadi saya tidak bisa ngomong banyak,” ucap Budi.

Selain itu, Dispora juga dikatakan Kapolres Garut tersandung dalam rehab Lapang Jayaraga. Kapolres membenarkan Kadispora Garut telah diperiksa Polda Jabar. Persoalannya terkait pembangunan lapang Jayaraga yang menelan anggara hingga Rp 2 miliar.

“Benar Kadispora sudah diperiksa bersama bawahannya. Tapi yang meriksanya Polda,” kata Budi, saat ditemui usai pengamanan aksi unjukrasa di halaman gedung DPRD Garut, Selasa (18/9/18).

Saat ditanya terkait status tersangka Kepala Dispora, Budi mengaku belum tahu. Informasi yang diterimanya, pemeriksaan berkaitan dengan proyek Lapangan Jayaraga.

Pemeriksaan Kadispora dibenarkan juga oleh Bupati Garut, Rudy Gunawan. Namun menurut bupati, Kadispora diperiksa dalam kasus pembangunan bumi perkemahan di blok citiis.

“Kepala Dispora laporan ke saya diperiksa oleh Polda. Kasusnya dugaan pembangunan tanpa izin lingkungan,” ujar Rudy.

Kawasan di sekitar bumi perkemahan itu, tambah Rudy, merupakan daerah rencana pembangunan. Rekomendasi soal tata ruang dari Dinas PUPR memang belum ada. Pihaknya masih menunggu izin mendirikan bangunan (IMB) yang sedang dalam proses.

Selain persoalan itu, saat ini Dispora Garut juga harus bertanggung jawab dalam pengelolaan dana kirab obor Asian Games. Untuk menyemarakan Kirab Obor Asian Games 2018, (12-13/08/2018) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut habiskan anggaran sedikitnya Rp 300 juta. Anggaran sebesar itu digelontorkan menggunakan Biaya Tak Terduga (BTT) yang biasanya digunakan untuk penanganan bencana alam.

Dalam kasus ini, diduga Dispora telah memotong besaran anggaran. Kapolres Garut sebagai penanggung jawab acara sempat murka. Bahkan tak mau diwawancarai oleh awak media.

“Tanyakan saja ke Dispora,” kata Kapolres singkat saat ditanya seputar anggaran penyambutan api Asian Games. (Farhan SN)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI