Inalillahi Wa Ina Illaihi Rojiiuun, Hari Ini Mantan Bupati Garut ke-22 Wafat

H. Dede Satibi (Bupati Garut ke 22)

GARUT, (GE).- Masyarakat Garut kembali kehilangan putra terbaiknya. Mantan Bupati Garut ke 22, H. Dede Satibi, telah wafat. Almarhum menghembuskan nafas terakhirnya sekira pukul 00.40 WIB, Sabtu (17/2/2018) dinihari di RSPAD Gatot Subroto Jakarta.

Pascatersiar kabar meninggalnya H. Dede Stibi, saudara, sahabat, handaitaulan serta ribuan masyarakat sejak pagi sudah menunggu kedatangan jenazah yang diantarkan langsung dari RSPAD Gatot Soebroto menuju rumah duka di Jalan Terusan Pembangunan. Setelah tiba di rumah duka, Almarhum dikebumikan di Makam Keluarga KH. Maduki yang berlokasi di Kelurahan Pananjung, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut.

Suasanan prosesi pemakanan H.Dede Satibi di tempat pemakanan keluarga KH. Maduki yang berlokasi di Kelurahan Pananjung, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Sabtu (17/02/2018)***

Seperti diketahui, Dede Satibi, terlahir dari lingkungan keluarga yang taat beragama, ayahnya K.H. Masduki meninggal ketika Dede masih kanak-kanak. Kemudian dia dibesarkan oleh ibunya Hj. Euis, yang merupakan guru mengaji sekaligus mubalighoh terkemuka di Garut.


Setamat SMA (1962), Dede mengambil kursus Dinas C dengan alasan agar memperoleh tunjangan ikatan dinas dan pemondokan di asrama. Setelah tamat ia ditempatkan di kantor Kecamatan Cikajang-Garut dan kemudian mendapat kesempatan untuk kuliah di APDN (STPDN sekarang). Saat itu, Ia langsung diterima ditingkat dua dan merupakan lulusan pertama dari akademi tersebut.

Usai menamatkan pendidikan di APDN, kemudian ia ditugaskan di Kantor Kewedanaan Garut sebagai petugas tata usaha dan kemudian menjadi ajudan bupati. Tahun 1971 lulusan dari institute pemerintahan (IIP) ini sempat ditugaskan di Tanggerang dengan jabatan terakhir kasubdit pembangunan.

Empat tahun kemudian ditarik ke Kabupaten Bekasi dan jabatan yang pernah ia duduki antara lain Kepala Bagian Pembangunan Setda Kabupaten Bekasi,  Ketua Bappeda, hingga akhirnya menjadi Wakil Bupati Bekasi.

Karir pria kelahiran Garut 16 Agustus 1943 sebagai pegawai pemerintahan daerah dimulai dari bawah dan 35 tahun kemudian berhasil menduduki jabatan sebagai Bupati Garut ke-22 (1998-2003).

Sementara itu, prestasi selama menjadi bupat Garut, diantaranya, Ia membangun sarana sarana olahraga bekas makam kerkoff – dengan nama Geolara Merdeka. Beliau pulalah yang pertama menggagas ide agar dibangun sarana olahraga yang sekarang sedang dibangun di wilayah Ciateul.

Melalui kepemimpinan Dede  Satibi, keterbukaan informasi publik, salah salah satunya melalui dialog VB interaktif di radio pemerintah dan swasta yang menampung aspirasi serta keluhan masyarakat.

Bupati yang memfavoritkan artis Gerald Jolling dan tembang religi Demi Masa dari Raihan itu, hingga menjelang akhir hayatnya, menurut pihak keluarga tidak pernah meninggalkan shaum Senin- Kamis. Berkat Dede Satibi disamping rumahnya di jalan Terusan Pembangunan berdiri megah Masjid Darul Muttaqien. Selamat jalan Bapak H. Dede Satibi. Semoga hasil karyamu akan menjadi kenangan abadi. (Tim GE)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI