Inalillahi! Jamaah Shalat Jumat Dikagetkan dengan Penemuan Bayi yang Masih Terurai Plasentanya

TARKI, (GE).- Sejumlah jamaah masjid dan warga kompleks Paseban, Desa Sukagalih, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jawa Barat digegerkan dengan penemuan sesosok bayi mungil berjenis kelamin laki – laki yang masih terurai plasenta (ariari) nya. Bayi malang yang tampak sehat ini pertama kali ditemukan salah seorang warga, Yanto, tak jauh dari tempat sampah usai melaksanakan shalat jumat.

Saat pertama ditemukan, bayi tak berdosa yang diperkirakan baru berusia dua hari ini tergolek begitu saja dalam sebuah kardus bekas. Tak ayal, tepat bubaran melaksanakan shalat jumat, sejumlah jamaah kaget dengan penemuan bayi ini.

“Saya curiga saat mellihat kardus yang dekat tong sampah. Penasaran saya hampiri, dan saya kaget sekaligus sedih. Ternyata isi kardus itu seorang bayi yang masih merah dan dibungkus dengan kain sarung,” ungkap Yanto, Jumat (26/02/2016).

Tak tega melihat kondisi sang bayi, sejumlah warga dengan sigap langsung membawa bayi ini ke bidan terdekat dari TKP. Sejumlah warga memperkirakan, bayi mungil ini merupakan hasil hubungan gelap kedua orang tuanya yang tidak bertanggungjawab. Sehingga mereka dengan teganya membuang si bayi.

Mendapati kabar memilukan ini, Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Anak dan Perempuan Kabupaten Garut (P2TP2A), Bunda Nitta langsung mendatangi TKP. Bunda berjanji akan segera menindaklanjuti dan berkoordinasi dengan pihak kepolisian terkait kasus ini.

“Tentu, kita akan tindaklanjuti kasus ini. Ya, saya barusan dapat telpon dari Kanit PPA Polres Garut. Sementara, bayi ini saya titipkan dulu di rumah Bidan Nenden, di Perumahan Paseban, block D, Nomor 25. Insya Allah, saya yakin anak ini akan sehat dan saya lihat juga cukup kuat sepertinya sudah dua harian karna plasenta di dalamnya sudah mengering.” Ungkapnya.

Hingga berita ini diturunkan, pelaku pembuang bayi masih belum diketahui keberadaanya. Jika si pembuang bayi tertangkap, dan terbukti bersalah, maka akan dijerat Pasal 305 dan 308 KUHP dengan ancaman hukuman 5 – 9 tahun penjara. (Idrus Andriawan)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI

Komentar

BAGIKAN